Gelar Wisuda Penghafal Alquran, Rumah Wakaf Salurkan Alquran Braile di Kota Tasikmalaya

gomuslim.co.id- Kebutuhan Alquran di masyarakat muslim Indonesia masih tinggi. Hal ini termasuk bagi muslim berkebutuhan khusus. Baru-baru ini, Rumah Wakaf menyalurkan wakaf Alquran Braille untuk 30 orang tunanetra di Majelis Taklim Al-Hikmah, Desa Padasuka, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ustadz Rahmat, Pendiri Majelis Taklim Al-Hikmah, mengatakan ada 30 orang yang tergabung dalam komunitas tunanetra. Mereka seringkali harus bergantian menggunakan Alquran braile yang ada saat menggelar pengajian rutin mingguan.

“Masih ada beberapa anggota yang belum bisa membeli Alquran Braille. Jadi, kami sangat berterima kasih atas pemberian Alquran Braille untuk majelis kami. Semoga menjadi amal kebaikan bagi para donatur,” ujar Ustadz Rahmat, Kamis (22/06/2017).

Selain pengajian membaca Alquran, program yang dijalankan di Majelis Taklim tersebut ialah menghafal Alquran. Salah satu anggota, Iin merupakan anggota paling aktif di majelis tersebut. Kini, Iin sudah bisa menghafal 30 juz Al Quran.

“Alhamdulillah meskipun masih ada beberapa yang suka lupa, tapi Insya Allah saya hafal. Biasanya saya terus mengulang hafalan saya agar tidak lupa. Meskipun pertama kali belajar Braille itu agak sulit, tapi kalau kita tekun belajar dan mau terus mengulang, insyaAllah kita bisa menghafal Al Quran,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya belajar Alquran braile cukup kesulitan, tetapi terus belajar hingga akhirnya terbiasa untuk membacanya.

Sebelumnya, Rumah Wakaf menyelenggarakan wisuda 110 penghafal Alquran di Desa Quran Padasuka Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Para penghafal Alquran tersebut terdiri dari beragam usia dan latar belakang pendidikan yakni, siswa TK hingga SMA.

"Karena perbedaan usia dan lamanya belajar menghafal Alquran, maka jumlah juz yang sudah mereka hafal pun berbeda. Ada yang alhamdulillah 1 juz, ada juga yang sudah sampai 20 juz," ungkap Direktur Rumah Wakaf, Soleh Hidayat, Senin (19/6/2017).

Desa Quran adalah program Rumah Wakaf yang memiliki tujuan untuk memberantas buta huruf Alquran di berbagai wilayah di Indonesia. Di dalam satu Desa Quran, Rumah Wakaf mengutus satu dai untuk mengajarkan Alquran di sana.

"Saat ini telah berdiri 25 Desa Quran di Indonesia. Semoga nanti semakin banyak penghafal quran di Indonesia. Kami meyakini bahwa generasi yang unggul adalah generasi yang ditanamkan pendidikan Quran sedari dini," ujar Soleh.

Adapun Desa Quran Padasuka sendiri berdiri di sebuah masjid sejak 2015 yang dipimpin Dai Quran binaan Rumah Wakaf, Ustadz Egis Permana. Setiap hari, Egis mengajar dan memotivasi para siswa untuk menghafal Al Quran. Di Bulan Ramadan ini, Egis membuat kegiatan Pesantren Quran yang bertujuan membuat para siswa semakin intensif dalam menghafal Al Quran. "Metode ini cukup efektif karena membuat mereka fokus dalam menghafal Al Quran dalam waktu yang lebih singkat," kata Egis.

Menurut Egis, ini adalah wisuda penghafal Al Quran kedua yang dilakukan oleh Desa Quran Padasuka. Tahun lalu sebanyak 70 siswa diwisuda, dan satu diantaranya berhasil menghafal 30 juz. "Alhamdulillah jumlah wisudawan tahun ini mengalami peningkatan. Insya Allah tahun depan akan bertambah jumlah wisudawannya, dan beberapa diantaranya berhasil keluar sebagai hafidz dan hafidzah 30 juz," ungkap Egis. (njs/dbs/foto:liputan6)

 

 


Back to Top