Ini Syarat bagi Lembaga Halal Asing Agar Bisa Diakui MUI

gomuslim.co.id- Peredaran produk mie instan dari Korea yang ditemukan mengandung DNA spesifik babi telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kekhawatiran beredarnya produk-produk pangan impor dengan logo halal negara asal tidak menjadi jaminan bahwa produk tersebut benar-benar halal secara syar’i karena setiap negara memiliki kebijakan tersendiri terkait sistem audit halal.

Sejatinya, produk halal impor yang akan masuk ke Indonesia terlebih dahulu harus memiliki sertifikasi halal di negara asal. Kemudian barulah dilakukan proses pengakuan kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah melewati beberapa syarat.

Menurut Ikhsan Abdullah, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW),lembaga sertifikasi halal dari luar negeri harus memenuhi setidaknya tujuh persyaratan, untuk mendapatkan pengakuan dari MUI di antaranya:

1. Lembaga halal tersebut merupakan lembaga yang dibentuk oleh organisasi keislaman legal atau berbahan hukum.

2. Organisasi keislaman legal tersebut memiliki kantor permanen dan dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten dan kredibel.

3. Organisasi keislaman tersebut memiliki dewan/komisi fatwa yang berfungsi untuk menetapkan fatwa halal dan tim ilmuwan/ ahli dalam hal audit halal.

4. Lembaga halal tersebut sudah memiliki standard operating procedures (SOP). berupa prosedur pendaftaran, administrasi, audit halal ke pabrik, laporan audit,serta rapat komisi fatwa untuk penetapan fatwa.

5. Semua berkas administrasi telah tertata dengan sistem yang baik sehingga perusahaan-perusahaan yang telah disertifikasi halal oleh lembaga tersebut mudah ditelusuri.

6. Lembaga halal tersebut memiliki jaringan kerja sama luas dan menjadi salah satu anggota World Halal Food Council (WHFC).

7. Lembaga halal tersebut dapat menjalin asosiasi yang baik dengan MUI dalam melakukan audit ataupun pengawasan terhadap produk-produk halal di Indonesia.

Adapun, menurut publikasi resmi Halal MUI, saat ini baru terdapat 40 lembaga halal luar negri yang telah diakui sertifikasinya oleh LPPOM MUI yang tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika maupun Australia dan New Zealand, di antaranya terdapat 13 lembaga halal di Asia yang telah diakui keabsahan sertifikasinya oleh LPPOM MUI.

Berikut ini lembaga halal di Asia yang telah diakui oleh LPPOM MUI:

1. Singapore- Majelis Ugama Islam Singapore ( MUIS)

2. Malaysia– Jabatan Kemajuan Islam Malaysia ( JAKIM)

3. Brunei Darussalam– Bahagian Kawalan Makanan Halal Jabatan Hal Ehwal Syariah

4. Japan–Muslim Professional Japan Association ( MPJA), The Japan Moslem Association (JMA)

5. Taiwan–Taiwan Halal Integrity Development Association ( THIDA)

6. India– Jamiat Ulama Halal Foundation, Jamiat Ulama I-Hind Halal Trust

7. Hongkong–Asia Pacific Halal Council Co Ltd (APHC)

8. Thailand– The Central Islamic Comitte of Thailand (CICOT)

9. Filipina–Halal Development Institute of the Phillipines (HDIP)

10. Vietnam–Halal Certification Agency (HCA)

11. Sri lanka–Halal Accreditation Council (Guarantee) Limited

 

Sedangkan Lembaga halal Amerika yang telah diakui LPPOM MUI adalah:

1. USA-Islamic Services of America (ISA)

2. USA-Halal Transaction of Omaha

3. USA- The Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA)

4. USA- Halal Food Council USA (HFC USA)

5. USA- American Halal Foundation (AHF)

6. Brazil – Federation of Muslims Associations in Brazil (FAMBRAS)

7. Brazil-Islamic Dissemination Centre for Latin America (CDIAL) Brazil


Back to Top