Puluhan Penyandang Disabilitas Ikut Program Mudik Gratis Bank Syariah Mandiri

gomuslim.co.id- Mudik merupakan salah satu tradisi umat Islam di Indonesia saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Merespon hal ini, Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali mengadakan kegiatan mudik gratis untuk 1.100 peserta. Dari semua peserta mudik itu, terdapat 80 peserta yang merupakan penyandang disabilitas.

Sebelum para peserta mudik dilepas, para penyandang disabilitas melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian persiapan dan proses Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD). Pengecekan dan pengawalan kesehatan dilakukan Dokter Bhinneka Tunggal Ika (DBTI).

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Toni. E.B. Subari dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede melepas 80 pemudik penyandang disabilitas tersebut di Wisma Mandiri, Jakarta, Jumat (23/6/2017). Langkah ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait UU No 8 tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas.

Pelepasan mudik penyandang disabilitas ini juga dihadiri oleh EVP Bank Mandiri Agus Sudiarto, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI Bambang Sugeng, dan Koordinator Satgas Perlindungan Anak Ilma Sovri Yanti.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSM Toni Eko Boy Subari mengatakan pihaknya mendukung program Pemerintah Pusat dan DKI Jakarta untuk memberikan fasilitas ramah disabilitas. “Kami berharap melalui program ini, masyarakat disabilitas bisa merasakan kebahagiaan melaksanakan Idul Fitri, melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman," ujarnya.

Program Mudik Berkah merupakan kegiatan rutin BSM dan tahun ini sudah yang ketujuh kali. Ad‎apun Mudik Berkah disabilitas baru yang kedua kalinya. Melalui program ini, BSM memfasilitasi keberangkatan mudik ke kampung halaman bagi warga sekitar BSM, termasuk pedagang kecil di sekitar BSM serta pegawai dasar dan keluarga serta penyandang disabilitas.

Tahun ini, total pemudik sekitar 1.100 orang yang diberangkatkan dengan 23 bis dan dua mobil akses (mobil khusus disabilitas) dengan tujuan kota-kota besar di Pulau Jawa. Jumlah peserta disabilitas beserta keluarga sekitar 80 orang. "‎Untuk mobil akses, peserta juga akan dijemput untuk kembali ke Jakarta," ujar Toni.

Toni berharap, ke depannya BSM dapat bersinergi dengan lebih banyak pihak yang dapat yang dapat mendukung kebutuhan mudik disabilitas. Dan dalam rangka memberi perlakuan yang sama kami juga berencana untuk memberi ruang bagi pekerja disabilitas di BSM.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Mangara Pardede‎ menyatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta memberi perhatian khusus bagi masyarakat penyandang disabilitas. Bahkan, sebagian layanan TransJakarta telah memiliki fasilitas untuk penyandang disabilitas.

Dengan adanya contoh dari BSM, Mangara berharap, banyak perusahaan-perusahaan lain yang bisa mencontoh program mudik bagi penyandang disabilitas yang dilakukan anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tersebut.

"Mudah-mudahan inisiasi ini dicontoh oleh perusahaan yang menyelenggarakan mudik bersama. Agar (Penyandang Disabilitas) bisa menikmati mudik dan tidak kekurangan satu apapun," pungkas Mangara.

Sementara itu, Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) mengatakan penyandang disabilitas memerlukan akses mudik yang selama ini belum tersedia di terminal, pelabuhan dan stasiun, sehingga mereka sangat kesulitan untuk pulang kampung.

“Saat ini para penyandang disabilitas tidak bisa sendirian ke terminal, pelabuhan, dan stasiun untuk mudik secara nyaman dan aman karena tidak tersedia fasilitas-fasilitas yang ramah disabilitas,” kata salah satu anggota JBFT Trian Gembira mewakili para penyandang disabilitas.

Menurut Trian seperti orang yang normal para penyandang disabilitas juga butuh mudik, karena itu dia berharap akan banyak lembaga dan perusahaan yang dapat menyelenggarakan mudik ramah disabilitas seperti yang telah dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri. (njs/dbs/foto:tempo)

 


Back to Top