Tumbuh 23,94 Persen, Ini Kata Perwakilan BI Tentang Aset Perbankan Syariah Kepri

gomuslim.co.id- Perkembangan industri keuangan syariah di beberapa daerah di Tanah Air meningkat pesat. Salah satunya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja perbankan syariah di Kepri pada April 2017 tumbuh sebanyak 23,94 persen dibandingkan dengan di April 2016.

BI berharap pertumbuhan ini bisa terus terjadi dan sejumlah pihak mendukung kondisi tersebut. Menurut Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, aset bank syariah tercatat sebesar Rp3,73 triliun atau tumbuh 23,94 persen dibandingkan dengan April tahun lalu. “Tahun lalu, pangsanya 1,48 persen dari total aset perbankan syariah nasional," ujarnya, di Batam, Kamis (22/06/2017).

Dalam catatan BI, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah Kepri sebesar Rpl,58 triliun dengan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp3,69 triliun atau 10 persen dari total kredit kepri. Tingkat kredit bermasalah terbilang masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 1,63 persen.

Sedangkan Finance to Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah sebesar 234 persen atau relatif tinggi dengan ekspansi pembiayaan cukup besar namun belum diimbangi dengan perolehan dana pihak ketiga yang optimal. Sementara itu, kinerja perbankan Kepri secara tahunan pada April 2017 relatif stabil bila dibandingkan bulan sebelumnya.

"Aset perbankan di Kepri tercatat sebesar Rp56,33 triliun dengan pangsa 0,81 persen dari perbankan nasional," kata Gusti, seraya menambahkan bahwa aset perbankan tersebut tumbuh sebesar 6,46 persen (yoy) sedikit meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 6,11 persen (yoy).

BI mencatat bank umum mendominasi kegiatan perbankan Kepri dengan total aset mencapai Rp50,09 triliun atau 88,91 persen dari total aset perbankan. Itu jauh lebih besar dibanding aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tercatat Rp6,24 triliun.

"Loan to deposit ratio (LDR) perbankan di Kepri tercatat 77,93 persen dan tingkat kredit bermasalah (NPL) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 2,68 persen," imbuhnya.

Dalam laporan sebelumnya, pertumbuhan kredit pembiayaan bank syariah di Kepri tumbuh secara dramatis pada tahun 2016. Nilai pembiayaan kredit mencapai Rp 3.703.145.000, tumbuh 35,64 persen dari tahun sebelumnya, 80 persen diantaranya ada di Batam. Sedangkan total aset mencapai Rp 3.797.717 atau meningkat 33,45 persen.

“Jumlah bank syariah juga terus bertambah. Pada tahun 2012 ada 9 bank dengan 27 kantor cabang. Dan sekarang ada 11 bank dengan 29 kantor cabang,” jelas Gusti.

Gusti kemudian memaparkan jika ditinjau secara sektor ekonomi, maka kredit terbesar ada di sektor pembiayaan listrik, gas dan air. Pertumbuhannya mencapai 25 ribu persen dibanding tahun sebelumnya.

“Faktor ini disebabkan salah satu perusahaan suplier listrik ke kawasan industri di Tanjununcang mengajukan kredit sebesar Rp 689 miliar pada akhir Desember lalu pada salah satu bank syariah di Batam,” paparnya.

Selanjutnya, dunia industri juga sudah mulai menaruh harapan besar kepada bank syariah. Pasalnya terjadi peningkatan cukup signifikan hingga 59 persen. Menurut catatan BI, total pembiayaan kredit yang diperoleh lewat sektor industri pengolahan mencapai Rp 103 miliar.

Kemudian total peningkatan terbesar untuk pembiayaan kredit berikutnya adalah pada sektor akomodasi dan makan minum. Peningkatannya mencapai 42 persen dengan total pembiayaan mencapai Rp 19 miliar. (njs/dbs)

 


Back to Top