Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta Tegaskan Urus Sertifikat Produk Halal Mudah

gomuslim.co.id- Sertifikat halal menjadi satu hal penting bagi produsen untuk meyakinkan konsumen bahwa produk terjamin kehalalannya. Namun, saat ini masih banyak produk yang belum mengurus sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Alasannya mahal dan memakan waktu lama.

Menanggapi hal tersebut, Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, Osmena Gunawan menegaskan sertifikasi halal MUI itu mudah, tidak mahal dan tidak memakan waktu lama. “Makan waktu lama jarang terjadi gara-gara LPPOM MUI. Biasanya terjadi gara-gara perusahaan tidak siap, yang namanya halal, tidak boleh 99,9 persen, data harus lengkap semua,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Halal Lifestyle Trend di Jakarta baru-baru ini.

Ia mencontohkan salah satunya dengan produk ayam, maka harus jelas tempat penyembelihan ayamnya. Biasanya hal seperti itu yang membuat perusahaan agak malas. Selain itu, ia menjelaskan biaya untuk sertifikasi halal ini murah dan terjangkau.

“Misalnya untuk produk keripik, ada 10 jenis keripik, cukup membayar Rp 2,5 juta per dua tahun untuk sertifikat halal. Sementara untuk waktu, jika perusahaan melengkapi data-data yang dibutuhkan, maksimal dalam sebulan sertifikat bisa diterbitkan,” ungkapnya.

Dengan biaya tidak banyak dan waktu yang singkat, sertifikasi halal membuat produk Anda memiliki nilai plus. “Sertifikasi halal bisa mengambil kepercayaan konsumen. Kalau mereka sudah percaya, mereka akan terus membeli. Terkadang potensi ini yang tidak disadari," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan gaya hidup halal di Indonesia saat ini semakin bergairah. Sudah banyak pihak yang antusias untuk menggelar acara dengan tema gaya hidup halal.

“Walaupun diawalnya agak takut-takut,tapi sekarang trennya sudah nasional bahkan kalau kita mengikuti, halal sudah menjadi bagian dari warga muslim dunia, mulai dari hidup yang sederhana sampai yang hi-tech. Bahkan untuk cek halal sudah bisa dari gadget," jelasnya.

Selain karena tuntutan agama, gaya hidup halal juga memberikan dampak positif untuk kepribadian dan kesehatan. “Mestinya harus ikuti, makanan baik dan aman sehat,” ujarnya.

Dalam gaya hidup halal, paling tidak ada 10 sektor yang bisa disasar. Satu paling utama adalah makanan seperti daging, ayam, beras, tapi juga produk olahan, seperti cokelat, susu, minuman. Sektor kedua adalah bank dan asuransi. Ketiga kesehatan seperti farmasi. Berikutnya sektor kecantikan seperti kosmetik. Adapula fashion, pendidikan, kesehatan termasuk rumah sakit healthcare dan wellness, media recreation, gadget, musik berbasis halal, dan lainnya.

Namun untuk mencapai itu, kendala utamanya adalah masih ada keragu-raguan. Banyak yang menganggap gaya hidup halal bukan peluang tapi beban dan hambatan. “Saya berharap gaya hidup halal bisa menjadi bagian ekonomi Indonesia dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya. (njs/dbs)


Back to Top