Perkuat Ekspansi Bisnis, PT Bank Negara Indonesia Akan Suntik Modal BNI Syariah Rp 1 Triliun

gomuslim.co.id- Sebagai langkah memperkuat ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI berencana memperkuat modal anak usahanya, PT Bank BNI Syariah. Aksi korporasi penyuntikan modal ini rencananya akan dilakukan pada kuartal III atau Semester II-2017 nanti.

Menurut Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, pihaknya akan menyiapkan dana dikisaran Rp500 miliar sampai dengan Rp1 triliun. Dana ini akan disalurkan untuk menambah modal BNI Syariah. "Suntikannya akan diberikan semester kedua ini kisarannya Rp 1 triliun," ujarnya saat acara peringatan hari ulang tahun BNI di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu, (5/7/2017).

Baiquni mengatakan, modal ini akan diberikan sesuai dengan kebutuhan ekspansi anak usahanya. Ia menambahkan, belum bisa merinci besaran dana yang akan disalurkan kepada BNI Syariah. Pasalnya hingga saat ini BNI masih mengkaji besaran nilai suntikan modal tersebut.

BNI Syariah hingga kini masih menghitung kebutuhan tambahan modal dari induknya. Namun, BNI Syariah hingga pertengahan Juni lalu masih mempunyai dana sekitar Rp 2 triliun untuk berekspansi.

Selanjutnya, ia berharap dengan peningkatan modal tersebut, maka BNI Syariah diharapkan dapat lebih memacu ekspansi bisnisnya. Selain itu, BNI Syariah pun diharapkan dapat naik kelas dari Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III.

Dana ekspansi Rp 2 triliun akan menurunkan rasio kecukupan modal atau capital adecuacy ratio (CAR) BNI Syariah sekitar dua persen. Per Mei 2017 lalu, CAR perseroan tercatat sebesar 14,45 persen. Jika nanti BNI benar menyuntikkan modal hingga Rp 1 triliun, BNI Syariah masih bisa menjaga CAR-nya di level 14 persen.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan, perseroan ingin naik kelas ke bank umum kelompok usaha (BUKU) III. Syaratnya, modal inti minimal Rp 5 triliun. Saat ini modal inti perseroan Rp 2,8 triliun. "Kami harus me-maintain tingkat minimum modal sesuai risk appetite. Kami juga perlu memperkuat posisi kami sebagai bank yang lebih besar," katanya.

Untuk itu, Firman berharap perseroan bisa mempertahankan kinerja yang baik agar rencana ekspansi bisa berjalan mulus. Hingga Mei 2017, pertumbuhan pembiayaan BNI Syariah mencapai 17,8 persen secara year-on-year. (yoy). Sedangkan BNI hingga kuartal II masih mencatat pertumbuhan kredit 15 persen. Ekspansi yang akan dilakukan akan difokuskan untuk pengembangan digital banking.

Sebagai tambahan informasi, BNI Syariah sepanjang paruh pertama 2017 mencatatkan penyaluran pembiayaan Rp 22,55 triliun. Angka tersebut tumbuh 18,84% secara tahunan atau year on year (yoy). Pembiayaan konsumer memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai Rp 11,69 triliun atau tumbuh 16,35% secara yoy. Artinya, sebanyak 51,84% dari total pembiayaan BNI Syariah bersumber dari pembiayaan konsumer.

Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati mengatakan, jika dirinci secara tahun berjalan atau year to date (ytd) pembiayaan konsumer naik 7,14%. Pencapaian tersebut melampaui target penyaluran pembiayaan konsumer di semester I-2017 yang sebesar Rp 11,32 triliun. (njs/dbs/foto:tribunbatam)

 


Back to Top