Miliki Peluang Besar di Sektor Ekonomi Syariah, BI dan MUI Jalin Kerjasama Tingkatkan Wisata Halal

gomuslim.co.id- Konsep wisata halal di Indonesia menjadi salah satu sektor industri yang dapat meningkatkan ekonomi syariah. Dan sektor wisata ini tengah dalam pengembangan untuk mencapai kriteria Muslim friendly dan mendukung prinsip-prinsip syariah. 

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan sejauh ini Indonesia hanya mampu menjadi pemain di sektor industri keuangan syariah. Namun di sektor lain Indonesia hanya menjadi pasar, karena itu BI dan MUI berupaya untuk meningkatkan produk halal untuk mengembangkan sistem syariah.

Dalam Pasal 1 huruf 16 Perda NTB Nomor 2/2016 tentang Pariwisata Halal menyebutkan pariwista Halal adalah kegiatan kunjungan wisata dengan destinasi dan industri pariwisata yang menyiapkan fasilitas produk, pelayanan, dan pengelolaan pariwisata yang memenuhi syariah.

Industri pariwisata halal yang dimaksud adalah akomodasi, biro perjalanan, restoran, dan spa. Adapun yang termasuk wisata halal mulai dari spa, sauna hingga pramuwisata. Contohnya Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan Provinsi pertama di Indonesia yang sudah memiliki Perda Pariwisata Halal.

"Pasar utama produk halal domestik juga merupakan peringkat pertama dalam pasar global, telah mencapai USD 160 miliar," ujar Agus.

Kata Agus, selain pariwisata sejumlah sektor usaha yang bisa meningkatkan potensi ekonomi syariah seperti pertanian yang terintegrasi, makanan dan pakaian hingga energi terbarukan yang halal.

Dia menjelaskan peningkatan ini sejalan dengan diimplementasikannya UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada 2019. Kondisi ini, menurut Agus mencerminkan betapa kuatnya potensi Indonesia dalam pasar produk halal.

“Potensi ini juga dapat mencerminkan ancaman jika ternyata produk halal tersebut tidak dapat dipenuhi secara domestik. Sehingga berimplikasi terhadap besarnya impor yang akan menekan posisi neraca pembayaran Indonesia,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Agus menilai jika strategi pengembangan produk halal sudah diterapkan diharapkan pertumbuhan aset usaha syariah meningkat 15% sampai 20% setiap tahun.

Kemudian juga ada dominasi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional hingga lebih dari 50%. Kemudian ada kebijakan bisnis halal yang komprehensif. Selain itu ada juga integrasi dan sinergi antara usaha mikro kecil dan usaha menengah. (nat/dbs/foto:republika)


Back to Top