Kepala Daker Bandara : Name Tag Permudah Identifikasi Kursi Roda Jemaah Haji

gomuslim.co.id- Hari kedua belas gelombang pertama kedatangan jemaah haji Indonesia berjalan lancar. Tercatat, lebih dari 77ribu jemaah haji dari Tanah Air sudah tiba di Kota Madinah. Persoalan kursi roda jemaah haji di Bandara untuk tahun ini pun menurun drastis.

Demikian disampaikan Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat baru-baru ini. Menurutnya, edaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar para jemaah mencantumkan identitas atau name tag pada kursi rodanya masing-masing berjalan efektif.

Hal tersebut memudahkan petugas dalam melakukan identifikasi sehingga kursi roda bisa dikeluarkan pada waktu yang relatif bersamaan dengan jemaah. Jemaah yang memiliki ketergantungan dengan kursi roda pun tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkannya.

“Edaran kursi roda dikasih name tag berjalan baik dan memudahkan petugas bandara untuk mengidentifikasi. Sampai saat ini, belum ada laporan kehilangan kursi roda. Kalaupun ada laporan, bisa langsung ditemukan dan di antar ke hotel jemaah,” ujar Arsyad Hidayat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Senin (07/08/2017).

Kursi roda menjadi salah satu persoalan pada penyelenggaraan haji tahun lalu. Karena tidak diberi identitas, kursi roda dinilai barang tanpa pemilik sehingga dibawa ke bagian lost and found Bandara AMAA Madinah.

Tidak adanya identitas juga merepotkan petugas  untuk menemukan siapa pemiliknya. Akibatnya, banyak jemaah yang tidak bisa langsung menggunakan kursi rodanya setelah tiba di Madinah.

Data tahun lalu menunjukan setiap hari petugas Daker Bandara sedikitnya menemukan dan mengamankan 10-15 kursi roda milik jamaah haji Indonesia. Bahkan, pada waktu tertentu bisa sampai 36 kursi roda  yang menumpuk di ruang lost and found Bandara AMAA Madinah. Kursi roda tersebut kemudian dibawa ke Kantor Daker Madinah untuk diambil petugas kloter atau yang mewakili pemiliknya.

Seperti diketahui, sejumlah jemaah haji Indonesia membawa kursi roda sejak dari Tanah Air. Dalam setiap penerbangan, kursi roda ini ditumpuk di tempat penyimpanan bagasi khusus kursi roda di Bandara Amir Muhammad Bina Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Kursi roda yang dibawa jemaah dari Tanah Air tidak bisa diambil langsung bersamaan dengan keluarnya jemaah dari bandara. Kursi-kursi itu disimpan di bagasi khusus kursi roda di Bandara AMAA Madinah. Selanjutnya, para petugas yang diminta mengambil, harus memilih dan memilah untuk memastikan kursi roda itu milik jemaah haji Indonesia.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Daker Makkah Edayanti Dasril  mengatakan, berdasarkan rilis data Sistem komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sampai Selasa (08/08/2017), sudah 10.974 jemaah  haji Indonesia yang tiba di Makkah Almukaromah. “Mereka tergabung dalam 27 kloter. Jumlah itu  terdiri dari 10.842 jemaah dan 132 petugas,” ujarnya.

Kasi Transportasi Daker Makkah Asep mengatakan seiring datangnya jemaah  haji di Kota Kelahiran Nabi, Daker Makkah langsung menyiapkan  bus shalawat untuk mengantar mereka ke Masjidil Haram, baik untuk  umrah wajib dan ibadah lainnya.

Menurut Asep, di setiap hotel jemaah yang dilintasi bus shalawat, ada petugas yang ditempatkan di halte atau titik kumpul mereka naik bus shalawat. “Di sana petugas darat akan membantu jemaah serta mengingatkan mereka agar memperhatikan nomor bus yang tertera di kartu layanan bus shalawat,” jelas Asep.

Asep menambahkan bahwa ada tiga terminal akhir bus shalawat yang berada di sekitar Masjidil Haram, yaitu: terminal Bab Ali dan terminal Syib Amir yang berada di belakang Masjidil Haram (Bab Marwah), serta terminal Rea Bakhas atau Jiad yang berada di belakang Tower Zam Zam. (njs/kemenag/foto:viva)


Back to Top