Bisa Kurangi Pelanggaran Lalulintas, Siswa MAN IC Bangka Tengah Kembangkan Prototipe E-Sim

gomuslim.co.id- Kualitas siswa madrasah saat ini semakin berkembang. Mereka tidak hanya berprestasi di bidang keagamaan tetapi juga di bidang teknologi. Terbaru, Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Tengah berhasil mengembangkan Prototipe Elektronik SIM (e-SIM).

Hasil karya Fatwa Dinabhan ini dipamerkan pada Ekspo Madrasah Nasional tahun 2017 yang digelar di Yogyakarta. Fatwa menjelaskan, prototipe e-SIM merupakan sebuah inovasi untuk masa depan dalam rangka pencegahan aturan berkendara terutama para pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). 

"Ide untuk mengembangkan e-SIM ini didasari oleh tingginya angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di jalan. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar yang tidak memiliki SIM," ungkap Nabhan di Yogyakarta, Selasa (08/08/2017).

Lebih lanjut, Nabhan menjelaskan, inovasi e-SIM ini dapat menjadikan kerja kepolisian dalam menegakkan aturan berkendara lebih ringan. Menurut Nabhan, e-SIM pada dasarnya hanya memanfaatkan teknologi yang sudah ada seperti, Radio Frequency Identification (RFID) dan Magnetic Card. "Semua peralatan ini bisa dengan mudah kita dapatkan. Jadi saya hanya memanfaatkan teknologi ini saja," tuturnya.

Sistem kerja e-SIM sangat sederhana. Konsepnya, kata Nabhan, adalah SIM tidak hanya bersifat formalistik, tetapi juga praktis. Aplikasi e-SIM dipasang pada motor atau mobil dan untuk menyalakan kendaraan tersebut maka yang punya kendaraan harus memiliki SIM. Tentunya SIM yang nanti sudah diubah ke e-SIM dengan memanfaatkan Magnetic Card. 

"Untuk menyalakan kendaraannya tinggal menempelkan e-SIM pada RFID. Nanti RFID akan membaca kode pada kartu tersebut. Jika kode cocok dengan data di RFID maka kendaraan bisa dinyalakan,” jelasnya.

Nabhan berharap ke depannya inovasi ini mendapat perhatian pemerintah, terutama pihak kepolisian atau perusahaan kendaraan bermotor. "InsyaAllah jika inovasi ini bisa diaplikasikan pada kendaraan bermotor, saya yakin penegakan aturan berkendara di Indonesia bisa jadi lebih baik, terutama meminimalisir pelanggaran berkendara bagi pelajar," jelas Nabhan.

Sekadar informasi, kegiatan Ekspo Madrasah ini merupakan salah satu rangkaian dari Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kompetisi ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan.

"Ajang ini tidak hanya meletakkan nilai-nilai agama dan pengetahuan, tapi para siswa juga akan dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan. Ini yang juga diserukan Pak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," kata Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin.

Kamaruddin mengatakan, Kementerian Agama berharap para siswa madrasah dapat memiliki tiga karakter utama yakni pengembangan bakat, prestasi, dan berkarakter unggul. "Menjadi tema kegiatan ini, yaitu Integritas, Sportivitas, Intelektualitas. Ini juga menjadi tiga karakter ini sangat dibutuhkan, terutama di era yang makin kompetitif saat ini," kata dia.

Menurut Kamaruddin, Aksioma dan KSM juga diharapkan menjadi peranti penguat pendidikan, yang dikembangkan dalam ajang sportivitas dan religiusitas. Sehingga, kata dia, prestasi dalam meraih kejuaraan tidak cukup hanya dengan kejuaraan, tapi menumbuhkembangkan kedewasaan dalam bertanding. (njs/dbs)

 


Back to Top