Bahas Percepatan Layanan Bandara, PPIH Temui Kementerian Haji Arab Saudi

gomuslim.co.id- Upaya perbaikan layanan penyelenggaraan ibadah haji terus dilakukan setiap tahun. Terbaru, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar pertemuan dengan pihak Kementerian Haji Arab Saudi. Kedua belah pihak membahas upaya perbaikan layanan haji, utamanya terkait percepatan proses layanan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Menurut Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi Basori, pertemuan dengan Kementerian Haji membahas persoalan teknis tentang proses administrasi di bandara yang saat ini dirasa memakan waktu. Kementerian Haji menginginkan agar pendorongan jemaah ke hotel bisa dilakukan lebih cepat lagi. Harapan yang sama juga diinginkan oleh PPIH Arab Saudi.

“Intinya kita sepakat untuk bekerjasama mempercepat proses yang ada di bandara. Sehingga, jemaah bisa sampai ke pemondokan dalam waktu yang singkat,” ungkap Dumyathi di Kantor  Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu, (09/08/2017).

Lebih lanjut, Dumyathi menuturkan, jemaah haji Indonesia keluar melalui tiga pintu Bandara AMAA Madinah. Selain pintu Terminal Haji, jemaah haji Indonesia juga ada yang keluar melalui Terminal Zero dan Bandara Internasional. Hal ini menyebabkan pengaturan terhadap barang bawaan, dan pengarahan ke arah bus, mengalami kelambatan.

Selain itu, sistem keamanan Arab Saudi juga sangat ketat. Maklum, saat ini mereka harus melayani jutaan umat muslim yang datang untuk berhaji. “Jadi kita bertemu semalam, menyamakan presepsi bahwa kita (PPIH) semua harus memperbaiki layanan, dan mereka (Arab Saudi) juga. Jadi ada titik temu dan kesepakatan bahwa semuanya memperbaiki layanan. Semuanya ingin mempercepat proses yang ada di bandara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Agama menyampaikan apresiasi atas perbaikan layanan yang telah dilakukan Kementerian Haji. “Kita sampaikan apresiasi ini kepada mereka atas upaya mereka yang secara terus menerus melakukan perbaikan pelayanan haji, melalui e-hajj, tata kelola, percepatan proses kedatangan jamaah, keluar dari bandara, dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Gubernur Madinah Pangeran Saud bin Khalid Al-Faisal menyeru kepada para pejabat setempat untuk melayani jemaah haji dengan senyum dan rasa bangga. Seiring dengan inspeksinya terhadap fasilitas layanan jemaah haji, Saud mendesak mereka untuk meningkatkan pelayanan yang lebih memuaskan.

Ia disambut pejabat pemerintah setempat di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz. Pada kesempatan itu Saud diberi tahu tentang prosedur yang berlaku di kantor imigrasi dan pesawat terbang di sana.

Selama kunjungannya ke National Guides Establishment, ia meluncurkan layanan baru untuk melacak jemaah haji yang hilang. Ia juga mengunjungi ruang kontrol operasi yang memantau pergerakan jemaah di Madinah.

Sebelumnya, Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah untuk melakukan melakukan ritual mereka dengan mudah. (njs/dbs/kaltimtibun)


Back to Top