Oman Mulai Berangkatkan 9.000 Jemaah Haji pada 16 Agustus 207

gomuslim.co.id- Tanah Suci Makkah dan Madinah sudah mulai dipadati jemaah haji dari berbagai negara. Meski belum semua, namun suasana ibadah haji sudah semakin terasa. Salah satu negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji adalah Oman. Sebanyak 9.000 jemaah haji Oman siap berangkat dalam gelombang pertama penerbangan pada 19 Agustus 2017 mendatang.

Oman sendiri untuk tahun ini mengirimkan sekitar 14 ribu jamaah haji. Kepala Misi Haji Oman 1438H/2017, Sheikh Sultan bin Said Al Hinai mengatakan segala persiapan terkait prosedur perjalanan telah rampung. Registrasi jamaah dilakukan secara elektronik dan kartu bukti tanda haji akan diberikan saat mereka masuk asrama sebelum keberangkatan.

“Pekan ini, data-data jamaah akan masuk ke Saudi Haj Portal melalui perusahaan pelaksana haji Oman. Izin akan diperoleh kemudian. Izin masuk Saudi ini juga meliputi segala kebutuhan jamaah selama di Tanah Suci,” ujarnya seperti dilansir Oman Tribune, Kamis (10/8/2017).

Seperti paket layanan apa yang mereka terima baik di Mekkah maupun Madinah. Tim misi haji juga dikirim ke kedua tempat suci umat Islam ini untuk mengurus segala keperluan jamaah. Sebanyak 14 ribu jamaah Oman bernaung di bawah 66 perusahaan haji. Al Hinai menyampaikan masih ada jamaah yang belum menyelesaikan registrasinya namun jumlahnya tidak signifikan.

"Departemen terkait sedang mengurus kandidat jamaah pengganti bagi yang akhirnya tidak hadir," kata dia. Pengajuan haji mereka diproses dengan lebih cepat untuk memenuhi kuota keberangkatan.

Sebelumnya di awal Juli lalu, pemerintah Oman menerima sebanyak 23.490 pengajuan haji. Namun tidak semua bisa berangkat karena Saudi hanya menyetujui kuota untuk 14 ribu jamaah.

Pemerintah kemudian merinci, 13.428 adalah kuota untuk sipil Oman, 736 untuk pejabat dan militer, 300 untuk warga Arab di Oman dan 262 untuk warga non-Arab di Oman. Jumlah ini dibagi berdasarkan data statistik nasional populasi 2016. Islam merupakan agama terbesar di Oman, dengan kira-kiranya 99% penduduknya mengamalkan ajaran Islam.

Sebelumnya, Oman membuka pendaftaran haji tahun 2017 pada Senin, (10/4/2017) lalu. Al Hinai mengatakan pendaftaran haji dibuka selama dua pekan melalui menggunakan pendaftaran online. Pendaftaran diseleksi dan harus memenuhi kualifikasi.

Calon jamaah haji yang berhak berangkat dapat memilih perusahaan haji berlisensi sesuai dengan tarif dan layanan yang ditawarkan perusahaan tersebut. Calon jamaah haji juga harus divaksinasi. Sesuai dengan populasi Oman, Kuota haji dinilai cukup.

“Pendaftar yang terpilih akan membayar haji sesuai tarif dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan travel berlisensi. Mereka juga perlu menjalani vaksinasi," katanya.

Pendaftaran haji secara daring di Oman sudah dimulai sejak 2016. Sistem tersebut bertujuan mencegah operatir haji palsu memainkan distribusi kuota haji. Ketika mendaftar secara daring, pemohon diminta memasukkan nomor identifikasi dan telepon secara manual atau scan ID mereka.

Melalui layanan ini, pemohon akan dapat memilih berbagai operator haji yang sah. Operator akan merinci layanan apa saja yang diberikan diantaranya transportasi, akomodasi dan perawatan medis.

Peristiwa tidak mengenakkan berkaitan dengan haji di Oman pernah terjadi pada 2015. Saat itu, 11 operator haji palsu menipu 753 jamaah dengan total kerugian 900 ribu riyal. Para jamaah telantar di Batha (pos perbatasan di Arab Saudi) selama lebih dari lima hari dalam proses perjalanan mereka ke Makkah. (njs/omantribune/dbs/foto:arafah)


Back to Top