Gandeng Chef Internasional, Dompet Dhuafa Berbagi Daging Kurban ke Pelosok Nusantara

gomuslim.co.id- Rasa senang dan senyum terpancar dari raut wajah masyarakat di pelosok desa, yang berbondong-bondong melihat dan menyaksikan para Chef Internasional memamerkan keahliannya. Para chef dalam memasak olahan makanan berbahan daging kurban. Dari Timur Indonesia, Chef Ari Galih menyatu dengan penduduk di Desa Tafasoho, Kabupaten Halmahera Utara, saat Idul Adha tahun lalu. Sementara hal yang sama juga dirasakan oleh Chef Haryo Pramu yang menjelajah Lereng Gunung Kelud, tepatnya di Dusun Klangon, Ngantang, Malang, saat kurban tiba.

Berbagi olahan daging bercitarasa spesial dengan penduduk sekitar, membuat kesan yang tidak terlupakan bagi kedua Chef tersebut. Biasanya kami menyajikan untuk orang-orang di restoran, namun saat ini kami berbagi untuk mereka yang membutuhkan, dan jarang menikmati daging kurban.

"Ini (THK) harus banget ada lagi. Karena dapat menyambung (silaturahmi) dan membantu warga yang jauh. Dompet Dhuafa luar biasa, keren dan langsung ke tujuannya," ungkap Ari Galih, yang merupakan koki hotel bintang lima ternama di Jakarta.(Rabu, 9/9)

Selain memberikan tips-tips olahan daging kurban, para Chef juga menularkan ilmu memasak bagi masyarakat di sekitar lokasi tersebut, mengenai olahan daging kurban yang dirasakan setahun sekali. Sehingga akan bertambah nikmat rasanya, jika diolah secara baik dan benar dengan cita rasa yang berbeda.

"Senang sekali lebaran kurban tahun ini. Suasananya ramai dan berbeda saat ada Chef yang berbagi tips memasak dan daging kurban yang dibagikan langsung. Sekaligus dapat mencicipi masakan dari pak chef langsung," ujar Suning (37), salah satu warga Dusun Klangon.

Wujud rasa berbagi para Chef tersebut, memang special. Selain beramal, mereka juga merasakan berbagi rasa bersama masyarakat di pelosok Indonesia. Melihat langsung penerima manfaat daging kurban hingga pendistribusiannya secara langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi pengalaman yang seru bagi para Chef.

Dalam kegiatan masak bersama, Ari Galih, menyajikan menu Krengsengan, Sop Buntut, dan olahan dengan Saus Barbeque. Ibu-ibu yang turut memasak begitu menikmati momen sebagai media belajar dan mendapatkan resep. Karena ini sebagai ajang belajar langsung dengan koki profesional.

"Makanan dan dagingnya  enak sekali. Semoga tahun depan kami dapat menerima daging kurban lagi. Tentunya juga dapat memasak seperti yang chef ajarkan," ujar Mardiah, salah seorang ibu rumah tangga dari Desa Tafasoho yang turut memasak. (fau/dd)

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa melalui himpunan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, baik dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga. Selama 24 tahun lebih Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, sosial dan kebencanaan, serta CSR.


Back to Top