Ketua MPR RI Tegaskan Relasi Islam dan Kebangsaan Sudah Lebur Jadi Satu

gomuslim.co.id- Indonesia adalah Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Relasi antara Islam dan kebangsaan pun sudah melebur menjadi satu. Hal ini tidak dapat dipisahkan oleh apa pun dan tidak boleh dikotak-kotakkan siapa pun. Karena para pendiri bangsa yang turur melibatkan para ulama juga sepakat untuk bersatu.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan saat menghadiri Silaturrahim Nasional ke III Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Stadion Manahan Solo, Ahad (17/9/2017). Menurutnya, siapa pun yang masih mencoba mengkotak-kotakkan hal ini berarti tidak paham sejarah.

Ia pun meminta MTA dan organisasi masyarakat Islam lainnya terus menjaga semangat kebersamaan sesama umat Islam. “Yang bedanya disimpan dulu, persamaanya yang kita utamakan. Majukan umat Islam dengan ilmu, pendidikan, daya saing dan kewirausahaan," ucap dia.

Menurutnya, perbedaan adalah rahmat yang harus dijaga sebaik-baiknya dan dimanfaatkan untuk saling menguatkan, bukan malah untuk dipertentangkan. Adanya perbedaan suku, agama, ras, dan antar-golongan di Indonesia, menurut Zulkifli, sudah selesai pada saat Indonesia merdeka 72 tahun lalu.

"Sekarang saatnya bangsa Indonesia terus menggalang kebersamaan untuk maju bersama dan sejahtera bersama. Memperjuangkan kemajuan Indonesia, bukan memperjuangkan kelompoknya sendiri," kata dia.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) berharap, MTA dan organisasi masyarakat Islam lainnya terus menjaga semangat kebersamaan sesama kelompok Islam. "

Perbedaan, kata Zulkifli Hasan, adalah rahmat yang harus dijaga sebaik baiknya, bukan untuk dipertentangkan. Menurutnya, soal suku, soal latar belakang itu sudah selesai 72 Tahun lalu. "Sekarang saatnya maju bersama, sejahtera bersama. Memperjuangkan Indonesia, bukan memperjuangkan kelompoknya sendiri," ucap Zulkifli.

Turut hadir dalam Silatnas ini di antaranya Presiden Joko Widodo, Menteri Sektretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan ratusan ribu kader MTA dari seluruh Indonesia yang memenuhi stadion.

Silatnas yang mengusung tema 'Merajut Kebhinekaan, Memperteguh NKRI' ini merupakan kegiatan pengukuhan perwakilan dan cabang MTA baru. Pada kesempatan ini, pimpinan pusat MTA Ahmad Sukina mengukuhkan 64 perwakilan dan cabang MTA dari 14 provinsi. Hingga kini terdapat 604 perwakilan dan cabang MTA di seluruh Indonesia.

Sekadar informasi, Yayasan Majlis Tafsir Alquran (MTA) Surakarta adalah lembaga pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkantor pusat di Surakarta. Yayasan ini didirikan oleh Ustadz Abdullah Thufail Saputra pada 1972. (njs/dbs/foto:hminews)

Baca Juga : 

http://www.gomuslim.co.id/read/news/2017/09/18/5504/presiden-jokowi-imbau-masyarakat-jaga-pancasila-dan-bhineka-tunggal-ika-di-silatnas-majlis-tafsir-alquran-2017.html 


Back to Top