Perkuat Otoritas Lembaga Akreditasi Produk Halal, Pemerintah Turki Lakukan Pengajuan ke Dewan Menteri

gomuslim.co.id- Industri produk halal dunia terus berkembang. Sejumlah Negara berlomba-lomba memperkuat lembaga sertifikasi halalnya agar diterima secara global. Seperti yang dilakukan Pemerintah Turki yang akan memperkuat Lembaga Otoritas Akreditasi Halal (HAK) baru-baru ini.

HAK ini merupakan badan pembuat undang-undang dalam lingkup akreditasi halal. Sebuah pengajuan telah diajukan ke Dewan Menteri untuk mendapat pengesahan. Nantinya, hal ini berpotensi memperkuat posisi sentral Turki dalam sertifikasi produk halal global.

Menurut Menteri Perekonomian Nihat Zeybekci, proses pengajuan tersebut terkait pentingnya standar, audit dan kualitas dalam hal perdagangan produk-produk halal internasional. Menurutnya, sertifikasi halal produk yang diminta oleh 1,8 miliar umat Islam di dunia belum selesai dalam skala global.

“Apalagi hingga saat ini belum ada konsensus yang dicapai di dunia Islam mengenai dokumentasi produk halal bersertifikat,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Daily Sabah Business.

Lebih lanjut, Ia menuturkan berbagai praktik dan persyaratan di negara-negara Islam yang berbeda dalam hal ini, menghambat pengembangan perdagangan produk halal. Turki sejak 2010 mengambil langkah penting dalam kerangka Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengenai sertifikasi halal.

Menteri Zeybekci mengatakan peraturan termasuk Standar Makanan Halal dan Standar Akreditasi Halal telah disetujui oleh OKI, yang mengarah pada pembentukan Institut Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC) yang berkantor pusat di Turki.

Selain itu, Menteri Ekonomi Turki juga menyebutkan jumlah anggota dalam organisasi internasional ini telah meningkat menjadi 36 negara. Ia menekankan, sistem akreditasi halal sangat penting dalam hal menetapkan dasar kepercayaan produk dengan sertifikat halal dan saling mengakui dokumentasi serta standar halal.

Untuk itu, Turki menganggap perlunya sebuah organisasi untuk memperkuat posisi sentralnya dalam halal.

Zeybekci menambahkan potensi perdagangan makanan halal dunia saat ini bernilai sekitar 1,2 triliun dolar AS (sekitar Rp15.892 triliun). Secara global produk halal juga akan terus meningkat setiap tahun menjadi 3,9 triliun dolar AS (Rp51.651 triliun), termasuk barang-barang yang tidak dapat dikonsumsi seperti kosmetik, farmasi dan banyak lainnya,.

 “Turki adalah pusat produksi terbesar di antara negara-negara Islam dalam produk halal. Untuk alasan ini, kita harus memanfaatkan pasar produk halal secara global. Tujuan kita, Turki untuk menentukan tren dan kebiasaan konsumsi negara-negara Islam. Untuk alasan ini, kami tidak akan berhenti menjadi pelopor,” jelas Zeybekci.

Untuk menunjang hal itu, World Halal Fair akan diadakan pada 23-25 November mendatang di Turki, bekerjasama dengan Turkish Standards Institute (TSE), Even SMIIC dan Discover. Pameran tersebut akan diselenggarakan bersamaan dengan sidang Komite Tetap OKI untuk Kerjasama Ekonomi dan Komersial pada Pertemuan Menteri Kerjasama Ekonomi (KOMCEC) di Istanbul pada 20 sampai 23 November 2017. Para menteri dari 57 negara OKI diharapkan hadir dalam pameran tersebut. (njs/Daily Sabah Business/dbs/foto: ppidunia)


Back to Top