Tunggu Izin OJK Rilis, Paytren Asset Management Sudah Siapkan Dua Produk Reksa Dana Syariah

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah di Tanah Air semakin bergeliat. Tidak hanya dari sektor perbankan syariah saja, tetapi juga dari sektor lainya seperti investasi syariah. Baru-baru ini, PT Veritra Sentosa Internasional atau Paytren berencana mendirikan perusahaan pengelola investasi syariah yakni Paytren Asset Management (PAM). 

Menurut Komisaris Utama Paytren, Ustadz Yusuf Mansur, izin pendirian manajemen investasi saat ini sedang diproses pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sebentar lagi akan lahir milestone manajemen investasi syariah pertama di Indonesia, Paytren Asset Management,” ujarnya. 

Managing Director PT Veritra Sentosa Internasional, Hari Prabowo, mengaku optimistis izin PAM sebagai manajer investasi akan segera dirilis oleh OJK dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan akhir bulan ini. Insya Allah," kata dia.

Hari menuturkan, permintaan yang besar di pasar modal syariah merupakan salah satu alasan perusahaan membentuk manajer investasi syariah.

Setelah mendapat izin manajer investasi, PAM ini nantinya akan segera mengeluarkan dua produk investasi pertamanya pada akhir tahun 2017. Kedua produk tersebut yaitu reksa dana pasar uang syariah dan reksa dana saham syariah. Perusahaan investasi ini akan memilih bank syariah untuk menjual instrumen syariahnya.

"Kami sudah mempersiapkan produk reksa dana pasar uang dan reksa dana saham syariah," jelas Ayu Widuri selaku Chief Executive Officer PT PAM.

Saat ini, perusahaan telah menyiapkan berbagai persyaratan untuk mendaftarkan kedua produk tersebut ke OJK, salah satunya kontrak investasi kolektif untuk produk reksa dana. Selain itu, perusahaan juga sedang mempersiapkan infrastruktur untuk reksa dana online. "Jadi begitu izin manajer investasi keluar, kita langsung mengajukan pendaftaran produk reksa dana," tutur Ayu.

Menurut Ayu, proses pendaftaran produk akan memakan waktu maksimal selama 45 hari di OJK. Apabila izin manajer investasi keluar pada akhir bulan ini, kemudian produk sudah bisa didaftarkan dalam waktu maksimal satu bulan setelahnya.

"Insyaallah akhir bulan ini (izin manajer investasi). Semua dokumen sudah lengkap (untuk produk), tinggal kita daftarkan," kata Ayu.

PAM sendiri merupakan perusahaan manajer investasi di bawah PT Veritra Sentosa Internasional, yang memiliki produk teknologi finansial (fintech) Paytren. Izin PT PAM sebagai manajer investasi syariah sudah didaftarkan perusahaan sejak Juli lalu.

Di sisi lain, OJK sendiri ingin mempercepat proses penerbitan izin manajemen investasi syariah di Indonesia. Harapan ini muncul karena adanya kebutuhan mendesak dari sektor baru investasi tersebut. "Kami coba mempercepat karena ada kebutuhan industri,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida.

Menurut Nurhaida, lembaganya saat ini memang menerima permintaan pengajuan izin operasional manajemen investasi syariah dari Paytren. “Untuk Izin masih dalam proses. Artinya, semua persyaratan (harus) sudah dipenuhi. Itu pun makan waktu,” ungkapnya. (njs/dbs/foto:inforex)

 


Back to Top