Tujuh Bank Syariah Kembali Cairkan Dana Proyek Bandara Kertajati Majalengka Tahap Kedua

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah Tanah Air terus mendorong laju pembangunan nasional. Baru-baru ini, sindikasi tujuh bank syariah kembali mencairkan pembiayaan proyek PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat tahap kedua sebesar Rp400 miliar.

Menurut Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra, ketujuh bank tersebut adalah Bank Jateng Syariah selaku lead sindikasi, Bank Sumut Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank Jabar Syariah, Bank Kalsel Syariah, Bank Kalbar Syariah, dan Bank Sulselbar Syariah.

“Sebelumnya telah disepakati bahwa sindikasi perbankan syariah akan membiayai proyek PT BIJB sebesar Rp 906 miliar. Pencairan pertama sebesar Rp250 miliar, kini bertambah lagi. Untuk tahap 2 pencairan berasal dari bank Jateng Syariah, Bank Sumut Syariah, Kalbar Syariah, Jambi Syariah, Kalsel Syariah dan Sulselbar Syariah,” ujarnya. 

Pada pencairan tahap satu, dana digunakan untuk pembangunan sisi darat bandar udara BIJB Kertajati. Sedangkan pencairan pembiayaan saat ini, yang merupakan tahap kedua juga untuk melanjutkan pembangunan sisi darat. Karena itu, total pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp 906 miliar dan sudah terserap Rp 650 miliar. Sementara sisa plafon sebesar Rp 256 miliar direncanakan cair pada akhir tahun.

Menurutnya, pembiayaan melalui Sindikasi Perbankan Syariah ini adalah dalam rangka memenuhi 30 persen porsi dari skema pinjaman. Sedangkan 70 persen ekuitas akan dipenuhi oleh para pemegang saham sekarang dan calon pemegang saham baru dimana salah satunya adalah melalui ekuitas reksadana penyertaan terbatas (RDPT).

"Pembiayaan melalui sindikasi perbankan syariah ini adalah dalam rangka memenuhi 30 persen porsi dari loan. Sedangkan 70 persen equity akan dipenuhi para pemegang saham sekarang dan calon pemegang saham baru di mana salah satunya adalah melalui RDPT equity. Seluruhnya untuk penyelesaian pembangunan BIJB,” katanya.

Sementara itu, saat mengunjungi Bandara Kertajati, Selasa (27/9/2017) petang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan bandara Kertajati bisa selesai Juni 2018 mendatang, supaya calon jamaah haji 2018 bisa diberangkatkan dari Bandara Kertajati.

Menko Luhut menegaskan isu-isu yang beredar terkait pembebasan lahan, atau apapun, sebetulnya sudah tidak ada karena sudah diselesaikan. Adapun yang diperlukan saat ini adalah kerja tim yang ekstra demi kepentingan rakyat.

"Mimpi Pemerintah, Bandara Kertajati akan menjadi pusat logistik karena dekat dengan Tambun, Cirebon, Bandung, jalan ke selatan ke Cigatas, Garut, Genteng, Cisolok dan lainnya," ungkapnya.

Menurutnya sejauh ini Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi sudah bekerja cepat guna mewujudkan pembangunan Bandara tersebut. Dia meminta pihak Pemkab Majalengka memberikan dukungan yang lebih progresif terutama di sisi pembebasan lahan. “Maka untuk urusan ini jangan ada campur kepentingan pribadi, kelompok, apalagi politik, ini murni untuk rakyat," katanya.

Lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengungkapkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang harus segera dibangun, seperti landasan sepanjang 3 ribu meter. Selain itu, pembebasan lahan hingga 3.500 meter juga harus dilakukan agar airbus A380 bisa mendarat di bandara tersebut.

Sarana dan prasarana lainnya yang harus juga diselesaikan adalah akses jalan tol dari Tol Cipali menuju bandara. “Ini uangnya sudah ada, pembangunan sudah ada, pembebasan tanahnya di provinsi juga sudah ada, tinggal peran bupati,” kata Deddy.

Menurut dia, jika akses tol ke bandara tidak bisa dikerjakan tahun depan, kemungkinan akan terjadi kemacetan luar biasa. Sementara akses penunjang lain yang menjadi andalan, yakni Tol Cisumdawu, sedang terlambat pembangunannya. “Cisumdawu terlambat karena pembebasan tanah,” kata Deddy.

Total dana untuk pembangunan Tol Cisumdawu, yaitu sebesar Rp 19 triliun. Jika Tol Cisumdawu belum terintegrasi dengan Tol Cipali, diminta segera terintegrasi.

Selain itu, akses ke Garut selatan juga akan dibuka dengan adanya Tol Cigatos, Cileunyi-Tasikmalaya-Ciamis, dan Banjar. Oleh karena itu, akses ke Jabar selatan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. “Pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat pula,” kata Deddy.

Dia menyebutkan, setiap tahun, ada 38 ribu anggota jemaah haji dari Jawa Barat khususnya untuk Jawa Barat bagian timur. “Walaupun tidak semuanya, minimal sudah ada yang berangkat dari sini tahun depan,” kata Deddy.

Tidak itu saja, jemaah haji dari Jawa Tengah bagian barat seperti Tegal dan Brebes menurut Deddy juga bisa berangkat melalui Bandara Kertajati, yang lebih dekat daripada ke Yogyakarta. (njs/dbs/foto:beritaonline)


Back to Top