INHALEC ke-2 Siap Digelar untuk Gencarkan Pasar Produk Halal Indonesia

gomuslim.co.id- Pertumbuhan pasar halal global semakin menguat hal ini seiring meningkatnya kesadaran konsumen Muslim untuk produk halal di berbagai negara. kata Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Dr Sapta Nirwandar mengatakan berdasarkan pengamatan di berbagai negara seperti Korea, Thailand, Singapura  dan lain-lain, pertumbuhan industri halal di dunia rata-rata per tahun diperkirakan 20 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri halal merupakan salah satu segmen konsumen  paling cepat berkembang secara global,” pungkas Sapta.

Sementara itu, bisnis yang berbasis ekonomi Islam ini tidak hanya berkembang pesat di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,tetapi juga di negara-negara yang memiliki sebagian penduduknya non-Muslim.

“Kondisi tersebut membuat fenomena globalisasi halal ke negara-negara di Asia, Timur Tengah, Amerika dan Eropa termasuk di Indonesia,” ujarnya.

Dari perkembangan yang ada, lanjut Sapta, industri halal kini memiliki jangkauan yang lebih luas. Ada 10 sektor halal lifestyle yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian global, yaitu industri keuangan, farmasi, makanan, produk kesehatan, kosmetik,  pendidikan, media rekreasi, medical hingga  sektor seni dan budaya, pariwisata dan fesyen.

“Di masa depan, pasar industri halal dipercaya akan memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata dia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dengan komunitas dan penduduk Muslim terbesar di Asia. Ketika dunia bersiap untuk menyambut meningkatnya permintaan (demand) komunitas Muslim di bidang ekonomi dan bisnis, maka saatnya  bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia keunikan dan  gaya hidup atau lifestyle Muslim yang diwarnai oleh perbedaan budaya. 

Namun hal itu tidaklah cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam yang memiliki perkembangan ekonomi terbaik.

“Pada saat ini Indonesia baru menduduki peringkat ke-10 dalam industri dan pasar halal dunia. Peringkat pertama diduduki oleh negara tetangga Malaysia,” paparnya.

Kendati demikian, Indonesia masih bisa opimistis, karena Indonesia memiliki beberapa sumber perekonomian yang belum tergarap secara serius.

“Salah satunya adalah  sektor pariwisata halal, yakni sektor pariwisata yang mengizinkan wisatawannya tetap menjalankan aturan dalam agama Islam selama melakukan kunjungan wisata dengan menyediakan berbagai kebutuhan yang menunjang ibadah,” tuturnya. 

Menurut Sapta, halal lifestyle sebagai sebuah tren global dimaknai sebagai segala sesuatu yaang sesuai dengan ketentuan agama, mengandung kebaikan dan keselamatan, keadilan, menyehatkan dan mengandung aspek style di dalamnya.

Terkait hal tersebut, Indonesia Halal Lifestyle Center akan menggelar The 2nd  Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (INHALEC) ke-2  pada 19 sampai 21 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta.  INHALEC didukung oleh MUI, MES dan berbagai pihak.

INHALEC sendiri merupakan event yang sudah berlangsung sejak 2016 dengan merangkul 10 sektor Halal Lifestyle  tersebut.  “Karenanya sudah seyogyanya acara ini didukung oleh semua pihak,” pungkas Sapta. (nat/dbs/foto:republika)


Back to Top