Keuangan Syariah Dinilai Bisa Jadi Alternatif Pembangunan Ekonomi Nigeria

gomuslim.co.id- Sejumlah Negara kini mulai melirik industri keuangan syariah untuk mendongkrak perekonomian. Salah satunya adalah Nigeria. Negara di bagian barat Afrika itu baru saja mengalami resesi (kelesuan industri, dagang). Sebagai alternatif untuk pembangunan ekonomi, keuangan syariah dinilai bisa menjadi solusi.

Demikian disampaikan Direktur Pelaksana CRC Credit Bureau Limited Nigeria, Ahmed Babatunde Popoola, baru-baru ini. Menurutnya, pasca-resesi, Nigeria butuh kebijakan keuangan menyeluruh terutama untuk menyokong pembangunan ekonomi melalui pembiayaan.

“Keuangan syariah merupakan alternatif yang cukup laik dieksplorasi untuk mengumpulkan dana publik dan mendukung akses keuangan sektor privat. Secara global, keuangan syariah juga bukan lagi pemain pinggiran di tengah industri keuangan,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi National Online, Kamis (04/10/2017).

Ia menegaskan bahwa Nigeria harus memberi perhatian khusus pada usaha kecil menengah (UKM) yang sejauh ini menjadi faktor kunci inovasi usaha terutama di sektor pertanian, teknologi informasi, wisata, dan fesyen. UKM pada sektor-sektor itu mengurangi kemiskinan karena menyerap banyak tenaga kerja.

“Saat kebijakannya tepat, UKM akan makin berperan dalam perbaikan kesempatan kerja,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini ada 75 negara memiliki instrumen atau industri keuangan syariah, termasuk negara-negara Barat. Inggris menerbitkan sukuk berdenominasi poundsterling pada 2014 untuk membiayai perumahan rakyat. Begitu pula Hong Kong dan Afrika Selatan, yang menerbitkan sukuk yang amat diminati pasar.

Untuk jangka menengah dan panjang, pertumbuhan sektor produktif akan membuat pendapatan ikut naik. Literasi keuangan mempunyai korelasi positif dengan akses keuangan dan perkembangan ekonomi.

Saat masyarakat tak punya akses terhadap jasa keuangan, mereka kehilangan kesempatan atas aneka layanan yang memudahkan urusan mereka, termasuk pembentukan budaya menabung atau akses kredit. Di Nigeria, bank masih jauh dari masyarakat karena sangat terkonsentrasi di lokasi komersial.

Penetrasi kredit di Nigeria juga termasuk yang terendah di dunia karena akses perbankan pun rendah. Selain itu, jutaan Muslim Nigeria tidak mau memanfaatkan kredit bank konvensional.

Sebelumnya, Nigeria menjual sukuk negara perdana sebesar 100 juta naira yang setara dengan US$326 juta atau Rp4,31 triliun. Surat utang syariah perdana tersebut baru diperdagangkan untuk pasar pasar domestik.

Surat utang syariah ini memiliki tenor tujuh tahun dan bagi hasil sebesar 16,47 persen. Keuntungan akan dibayarkan setiap tahun. Penawaran sukuk ini akan ditutup pada 20 September 2017.

Sukuk negara ini menyasar kepada investor ritel dan institusi. Pemerintah Nigeria menunjuk First Bank dan manajemen investasi syariah, Lotus Capital, untuk mengatur penjualan sukuk.

Nigeria sendiri merupakan negara yang penduduknya paling banyak di Afrika dengan jumlah penduduk 180 juta orang Islam. Negara ini juga merupakan “ rumah” bagi sektor barang konsumsi dan perbankan. Nigeria juga telah mengatur keuangan syariah, seperti sukuk dan takaful. Negara ini ingin mengikuti kesuksesan Malaysia dalam keuangan syariah. (njs/nationalonline/dbs/foto:banksyariahnigeria)

 


Back to Top