Raih Sertifikat Dapur Halal LPPOM MUI, Hotel Aston Makassar Jamin Kenyamanan Turis Muslim

gomuslim.co.id- Pariwisata halal kini mulai menjadi tren di nusatara dan dunia. Sejumlah pegiat wisata semakin gencar menyiapkan kebutuhan bagi turis muslim. Dalam hal ini termasuk hotel. Baru-baru ini, Management Dapur Hotel Aston Makassar secara resmi mengantongi sertifikat Halal dari Komisi Fatwa Lembaga Pengawasan Produk Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lisensi tersebut diberikan sebagai komitmen usai Halal Tourism Nasional untuk Kota Makassar tahun 2016. Penyerahan sertifikat diberikan langsung Sekertaris MUI Sulsel, Prof. Dr. H. Muh Ghalib, MA, di Kapoposang Meeting Room, Aston Hotel, Kamis (05/10/2017).

Pemberian sertifikasi halal itu ditetapkan dalam sidang Komisi Fatwa LPPOM MUI Sulsel yang digelar 22 September 2017 lalu. Aston Makassar dikategorikan sebagai Hotel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik. Hal ini sekaligus menjadikan Hotel Aston Makassar sebagai hotel pertama dengan Dapur Halal di Sulsel.

General Manager Hotel Aston Makassar, Joko Budi Jaya mengatakan, sertifikasi halal untuk dapur Aston Makassar Hotel memberikan jaminan kepada wistawan dan tamu hotel akan adanya kenyamanan dan jaminan. “Ini menguatkan bahwa segala produk atau makanan dan minuman yang dihasilkan oleh dapur Aston Makassar Hotel benar-benar Halal untuk dikonsumsi,” ujarnya.  

Menuturunya, Aston Hotel telah membentuk tim khusus yang bertugas merancang sistem jaminan halal, serta berupaya memenuhi kriteria darri LPPOM MUI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan lisensi tersebut.

"Sertifikasi Halal ini dapat mendukung perwujudan Halal Tourism di Kota Makassar. Di mana Aston Makassar Hotel & Convention Center mampu untuk menyediakan akomodasi. Baik dalam hal penyediaan hotel yang ramah wisatawan muslim, serta penyediaan makanan yang telah terjamin kehalalannya. Tentu ini membanggakan bagi kami,” jelas Joko.

Hotel Aston Makassar sendiri sudah menanti sertifikasi halal ini sejak awal ramadhan lalu. Hotel yang berada dalam jaringan Archipelago International ini menjadi predikat Hotel Aston pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi halal.

Sebelumnya, Marketing Communication Hotel Aston Makassar, Tri Hastuti Caisari, mengatakan kalau proses sertifikasi halal sudah dilakukan sejak akhir tahun 2016. Sejak saat itu, beberapa bulan sekali pihak LPPOM MUI terus mengecek kesiapan pihak hotel terkait fasilitas dan layanan yang membuat wisatawan Muslim bisa nyaman menginap.

Tri menjelaskan salah satu hal yang menjadi fokus pengecekan ialah soal penyediaan makanan dan minuman.  “Semua menu harus berbahan halal, disajikan secara halal. Dengan demikian, wisatawan Muslim yang menginap tidak akan ragu lagi saat menyantapnya,” kata Tri.

Selain makanan dan minuman, keberadaan tempat dan alat beribadah, penanda kiblat dan pembatasan akses tamu di tiap lantai, Hotel Aston Makassar juga tidak lagi menyediakan minuman alkohol di kamar demi lulus sertifikasi tersebut.

“Karena kami jaringan hotel internasional, kami memang belum sepenuhnya mengarah ke konsep hotel yang syariah. Kami memberi kenyamanan bagi wisatawan Muslim dalam bentuk menu halal dan fasilitas beribadah, tapi juga masih membuka pintu bagi yang non-Muslim,” ungkapnya.

Sekadar informasi, dalam Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah, ada tujuh ketentuan mengenai hotel syariah, yaitu: tidak boleh menyediakan fasilitas akses pornografi dan asusila, fasilitas akses hiburan pornografi dan asusila, memiliki menu halal, memiliki fasilitas beribadah, seragam karyawan sesuai syariah, memiliki prosedur syariah dan wajib menggunakan jasa lembaga keuangan syariah dalam layanannya. (njs/dbs/foto:aston)

 


Back to Top