Atasi Kekeringan di Berbagai Wilayah, ACT Upayakan Program Wakaf Sumur

gomuslim.co.id- Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengupayakan program wakaf sumur sebagai solusi untuk mengatasi kekeringan di berbagai daerah, tidak terkecuali di Jawa Timur. ACT berencana menggandeng berbagai lapisan masyarakat Jawa Timur untuk bersinergi dalam merealisasikan program solutif antisipasi jangka panjang ini.

Program ini sebagai respon atas terjadi bencana kekeringan yang menimpa warga lereng Gunung Penanggungan tepatnya di Dusun Gadon dan Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur baru-baru ini. Sudah sejak dua bulan lalu, warga Kunjorowesi resah karena sumber air tak kunjung menyemburkan air.

Masyarakat Desa Kunjorowesi biasanya mengandalkan air bersih dari kawasan situs Candi Belahan atau yang sering dikenal dengan sebutan Sumber Tetek. Namun faktor alam dan mulai berkurangnya pepohonan yang berada di kawasan tersebut mengakibatkan berkurangnya sumber air.

Setiap musim kemarau tiba, saat itu pula warga akan bergelut dengan keringnya sumber mata air. Kondisi ini selalu terjadi sejak zaman nenek moyang. Kebutuhan air yang begitu mendesak bagi warga Kunjorowesi pun akhirnya direspon tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur (ACT Jatim).

Tim Program ACT Jatim langsung meluncur ke lokasi mensurvei kondisi warga. Tidak lama, sebanyak 10 tangki meluncur ke desa Kunjorowesi. Menurut Rohadi, Penanggung Jawab Program ACT, bantuan air bersih ini dinikmati sekitar 350 kepala keluarga.

“Alhamdulillah, warga sangat senang dan sangat terbantu dengan kehadiran bantuan air bersih dari ACT. InsyaAllah, ke depan ACT dan masyarakat akan menggali upaya-upaya yang solutif agar permasalahan kekeringan ini tidak terjadi lagi atau paling tidak, kekeringan ini tidak separah seperti sekarang,” terang Rohadi.

Selain di desa Kunjorowesi, kebutuhan air bersih juga dirasakan di beberapa desa sekitarnya. Seperti Desa Kutorejo dan Desa Manduran Kecamatan Ngoro, serta Desa Dawarblandong Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Dari data yang didapat tim program ACT Jatim, jumlah warga dari 4 desa yang menanti kiriman air bersih sebanyak 600 Kepala Keluarga. Selama bulan Oktober ini ACT akan memasok kebutuhan air bersih ke lokasi-lokasi tersebut setiap hari Rabu dengan melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan PDAM Mojokerto.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Sedekah Air dan Pangan ACT, Ahmad Rifai menuturkan, bencana kekeringan tahun ke tahun melanda berbagai tempat seperti Gunung Kidul, Purbalingga, Cilacap, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor.

Wilayah-wilayah tersebut sudah ACT antisipasi karena kekeringan berulang melanda di sana. Saat ini, wilayah cakupan ACT lebih luas seiring penambahan jaringan ACT termasuk di Semarang, Bandung, dan Aceh yang juga rawan kekeringan.

Data yang sudah masuk, di Yogyakarta ada dua kabupaten, Jawa Tengah 11 kabupaten, dan Jawa Barat empat kabupaten yang dilanda kekeringan. ACT memberi respons segera dengan bantuan air. Satu tangki air bisa melayani tiga titik dalam sehari. Sementara untuk antisipasi jangka panjang, ACT membuatkan sumur dalam. (njs/act/dbs)


Back to Top