Ketua WIEF : Fokus Bisnis dan Keuangan Islam Harus Diperkuat

gomuslim.co.id- Perkembangan keuangan Islam yang semakin pesat kini mulai menjadi perhatian sejumlah Negara. Tidak hanya Negara-negara yang mayoritas muslim, tetapi Negara-negara non-Muslim pun telah menunjukan minat besar terhadap sektor ini. Untuk itu, pemanfaatan peluang bisnis dan industri keuangan Islam harus ditingkatkan.  

Demikian disampaikan Ketua Yayasan World Islamic Economic Forum (WIEF), Tun Musa Hitam, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jeddah pada Ahad (8/10/2017). Dalam pertemuan tersebut, hadir Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam dan dari Bank Pembangunan Islam (IDB) Bander Al-Hajjar.

Menurut Musa, saat ini pihaknya sedang menyoroti peran yang dapat dimainkan keuangan Islam di pasar global menyusul krisis keuangan global. Dia ingin, fokus pada peningkatan sektor ini lebih dikuatkan. Khususnya bagi dua Negara yang menjadi pemain utama di sektor ini yaitu Arab Saudi dan Malaysia.

"Bank Pembangunan Islam (IDB) telah lama bersama mereka dalam memfasilitasi dan mengatur pertemuan pengusaha. IDB juga telah berkolaborasi dengan Yayasan WIEF mengenai berbagai proyek mengenai perempuan, pemuda, wakaf, nanoteknologi dan obat regeneratif," kata Musa seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Senin (09/10/2017).

Lebih lanjut, ia menuturkan di era perubahan yang cepat ini harus didorong dengan kolaborasi yang lebih besar untuk mendorong ekonomi syariah. "Di WIEF, kami memperjuangkan kerja sama regional dan mendorong bisnis untuk mempengaruhi masyarakat secara luas," jelas dia.

Selain itu, Musa juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan dengan mengangkat tema "Disruptive Change: Impact and Challenges". Kegiatan ini rencananya dihelat pada 21-19 November 2017 di Borneo Convention Center Kuching, Serawak, Malaysia. Sejumlah acara seperti diskusi panel, kelas master, pertukaran bisnis dan pameran akan turut memeriahkan kegiatan ini.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan sebuah platform untuk membahas berbagai masalah untuk menemukan cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang mengganggu. Sektor yang diminati di antaranya teknologi dan inovasi, produk dan layanan halal, keuangan dan hukum Islam, kewirausahaan, seni dan budaya, serta desain.

Sebelumnya, dalam forum pertemuan lembaga privat dan publik di sela Sidang Umum PBB disebutkan bahwa keuangan Islam dinilai bisa jadi salah satu alat bantu pencapaian tujuan dalam Program Pembangunan PBB (UNDP). Di sisi lain, keuangan Islam juga punya tanggung jawab kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bank Pembangunan Islam (IDB) bersama UNDP yang didukung Negara-Negara Organisasi Islam (OIC), melihat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 membutuhkan sumber-sumber keuangan non tradisional. Sumber keuangan Islam dinilai sebagai sumber yang kuat untuk membantu pembangunan global.

Asisten Sekretaris Jenderal dan Kepala Biro Kebijakan dan Program Pendukung UNDP Magdy Martnez-Soliman menyatakan, kekurangan dana untuk mencapai tujuan SDGs mencapai 2,5 triliun dolar AS tiap tahunnya. Keuangan Islam bisa jadi instrumen yang membantu. Apalagi, sektor ini merupakan yang pertumbuhannya tercepat. (njs/saudigazette/dbs/foto: newslk)

 


Back to Top