Syahadat di KUA, Begini Cerita Bocah 8 Tahun Pilih Jadi Mualaf

gomuslim.co.id- Ada kisah menarik dari Yogi Setiady. Namanya menjadi perbincangan warga baru-baru ini. Pasalnya, anak berusia 8 tahun ini dikabarkan pindah keyakinan dari non Muslim menjadi Muslim atau menjadi mualaf atas keinginan sendiri. Ia resmi masuk Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, Kamis (5/10/2017).

Bocah Kelas II SDN 18 Sukabangun, Ketapang ini diantar langsung oleh ibunya, Eriyanti (44) yang merupakan non Muslim ketika datang ke KUA Delta Pawan tersebut. "Iya saya memang mengantar dan menyaksikan langsung anak saya Yogi di KUA Delta Pawan itu untuk disahkan memeluk Agama Islam," seperti dilansir dari publikasi Tribun Pontianak, Senin (09/10/2017).

Eriyanti mengaku hanya merestui keinginan anaknya tersebut yang memang sudah sejak lama. "Kita orangtuanya ikhlas dan merestui ia yang memang mau masuk Islam," ucapnya.

Lebih lanjut, Eriyanti bercerita bahwa sejak kecil Yogi yang memang berbeda. Sejak baru bisa berbicara, anaknya memang memiliki ketertarikan terhadap hal-hal terkait Islam. Saat melihat Masjid, Yogi langsung senang dan menyebut ada alaaba. “Maksudnya itu Allahu Akbar,” kata Eriyanti.

Bahkan, saat Yogi dibawa ketempat ibadah orangtuaya, ia selalu menolak. Menurut Eriyanti, ketika ketika anaknya dibawa ke tempat ibadah tersebut, Yogi langsung menangis dan minta keluar ingin pulang.

Tidak hanya itu, saat dibawa pulang ke kampung halamannya yang banyak anjing dan babi, Yogi juga menunjukkan bahwa ia takut dan tidak mau bersentuhan dengan hewan tersebut. Keluarga Yogi yang terbiasa makan daging babi mengatakan bahwa anaknya tak pernah mau memakannya sejak kecil.

Yogi malah meminta datang ke tetangga Muslim yang sedang menggelar selamatan. “Katanya ayo ma kita pergi ke tempat orang amin-amin. Saya tanya di mana, katanya itu menunjukkan tempatnya, ternyata tempat orang Muslim selamatan gitu,” tuturnya.

Saat Yogi meminta izin kepadanya untuk ikut teman-temannya mengaji dan salat, Eriyanti pun melarangnya lantaran merasa berbeda keyakinan. "Saya bilang tak boleh, kita kan beda, tak sama, saya bilang gitu. Tapi dia bilang mau ikut Islam saja. Di rumah ini kan ada handuk sering dibuatnya alas untuk sajadah, dia belajar sembahyang sendiri. Bahkan dia selalu mengajak teman-temannya seperti solat di rumah ini dan dia imamnya,” tuturnya.

Pernah suatu ketika bocah ini menghilang dari rumah saat sore menjelang Maghrib dan Jumat siang hari. Ia meminjam baju koko milik temannya untuk ikut salat di Masjid. “Rupanya tiap sore hilang dia melihat cara orang Solat di surau dekat sini. Kalau pukul 15.00 WIB dia selalu pergi ke tempat-tempat pendidikan agama Islam. Di sekolah pun tak mau belajar agama kami, dia hanya mau belajar pas pelajaran agama Islam,” ujarnya.

Hingga akhirnya orangtuanya pun luluh. Belum lama ini, Yogi memaksa minta disunat dan disahkan untuk memeluk agama Islam.

Sementara itu, ketika ditanya alasannya masuk Islam, Yogi mengaku itu adalah keinginannya sendiri. Menurutnya, ia masuk Islam karena ingin masuk surga. Ketika diminta untuk melantunkan ayat Alquran dan doa dalam Islam oleh awak media, Yogi juga mampu melakukannya tanpa teks.

Eriyanti berharap Yogi dibimbing belajar Islam. Dirinya pun ikhlas anaknya masuk Islam. “Jadi kita orangtua mengikhlaskannya. Hanya saya berharap setelah anak saya masuk Islam harus dibimbing dengan sebenar-benarnya untuk memperlajari agama Islam. Jangan nanti dilepas dan dibiarkan begitu saja,” harapnya. (njs/tribunpontianak/dbs/foto:bombastis)

 


Back to Top