Dr. Eka Jusuf: Angka Kematian Jemaah Haji 2017 Bertambah, Banyak Hal yang Harus Diperhatikan

gomuslim.co.id- Musim haji 2017 telah berakhir. Sementara berdasarkan data total jemaah haji Indonesia yang wafat dalam musim haji 1438 H, lebih banyak bila dibandingkan dengan musim haji tahun sebelumnya.

Untuk membuat analisis mengapa sampai jemaah haji yang wafat ini lebih banyak, merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dr. Eka Jusuf Singka, bahwa ada banyak variable yang mempengaruhinya, dari berbagai sisi.

Lebih lanjut, Eka mengatakan, faktor eksternal seperti cuaca yang panas. Juga aktivitas jemaah yang diluar dari kemampuan fisiknya sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit atau memperberat penyakit yang diderita oleh jemaah.

“Pengetahuan dan sikap jemaah terhadap pola hidup sehat dan aktivitas menjalankan ibadah sangat mempengaruhi perilaku jemaah saat di Arab Saudi. Ketidaktahuan inilah yang menyebabkan jemaah memforsir tenaganya diluar kemampuan jamaah,” jelas Eka.

Karena itu, banyak dijumpai jemaah kelelahan, dehidrasi bahkan meninggal dunia. Selain itu, faktor internal yang mempengaruhi jemaah haji wafat adalah penyakit yang dideritanya. Ditambah stressor eksternal yang memperberat kondisi penyakitnya.

"Tahun ini jemaah haji jumlahnya mencapai 221 ribu dengan jumlah jemaah haji risiko tinggi mencapai 63 persen," katanya.

Artinya, ada sekitar 140 ribu jemaah haji yang perlu dikawal dengan baik agar mereka dapat menjalankan ibadahnya secara sempurna. Menjalankan rukun dan wajib haji yang penuh dengan aktivitas fisik.

Menanggapi hal tersebut, Eka sedang berupaya agar membuat masyarakat sadar dan paham benar bahwa ibadah haji adalah ibadah khusus yang melibatkan aktivitas fisik dengan syarat yang harus diperhatikan.

Syarat tersebut di antaranya adalah istithaah yang bukan saja dari sisi finansial sanggup membayar ongkos naik haji (ONH). Tetapi juga sanggup dalam kesehatannya. Sangat disayangkan jika jemaah haji sudah bayar ONH mahal-mahal tetapi saat di Tanah Suci hanya jadi penghuni rumah sakit atau KKHI. Mereka tidak dapat menjalankan rukun dan wajib haji. Akhirnya mereka harus dibadalkan.

Eka berharap agar tahun 2018 mendatang jemaah haji dapat lebih bijak dalam melihat kemampuan mereka dan apa yang akan mereka lakukan di Tanah Suci terkait ibadahnya yang sangat rentan dengan aktivitas fisik dan dipengaruhi banyak faktor stressor eksternal yang dapat memperberat kondisi kesehatannya. (nat/kemenag/dbs/foto:liputan6)

 


Back to Top