Agar Pembiayaan Berimbang, BNI Syariah Perbesar Sektor Produktif

gomuslim.co.id- Perbankan syariah Tanah Air semakin gencar melakukan sejumlah pembiayaan untuk mendorong perekonomian. Salah satunya adalah BNI Syariah. Anak usaha PT Bank BNI Tbk ini tidak hanya menggenjot untuk pembiayaan konsumtif, tetapi juga sektor pembiayaan produktif.

Baru-baru ini, Direktur Utama Bank Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan sektor bisnis di pembiayaan produktif. Menurutnya, sektor produktif tersebut dibagi dua, yaitu komersial dan UMKM.

“Kita akan mendorong pembiayaan produktif agar terus meningkat. Dan komersial akan kita tingkatkan, karena tujuan kita adalah pembiayaan produktif dan konsumtif harus berimbang. Memang, pembiayaan saat ini masih belum berimbang. Harapannya tentu saja besaran pembiayaan produktif harus ada di angka 50,” papar Firman beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata dia, pembiayaan masih didominasi oleh pembiayaan konsumtif sebesar 54 persen. Maka dari itu, sangat penting bagi BNI Syariah untuk terus mengejar pembiayaan pada sektor produktif.

Sebagai catatan, penyaluran pembiayaan BNI Syariah sampai dengan bulan Agustus 2017 telah berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 19,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 22,56 triliun.

Di sisi lain, sang induk usaha, PT Bank BNI Tbk berencana menyuntikkan tambahan modal ke anak usaha yang bergerak di bisnis perbankan syariah. Rencananya, bank berplat merah ini akan menambahkan modal ke BNI Syariah di tahun 2017 ini. BNI Syariah akan mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 500 miliar dari BNI.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, rencana suntikan modal tersebut untuk mendorong fokus bisnis BNI Syariah. Anak usaha bank berlogo 46 ini sedang gencar menyalurkan pembiayaan ke segmen menengah dan pembiayaan konsumer.

"Aksi korporasi ini ditargetkan dapat terealisasi pada kuartal IV-2017 menjelang tutup tahun. Ada dua pertimbangan dalam menambahkan modal ini. Yakni, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang mulai membaik, dan penyaluran pembiayaan yang tumbuh tinggi. Jadi hal ini dapat menopang kinerja untuk lebih baik lagi,” jelasnya.

Baiquni menuturkan fokus bisnis BNI Syariah memang lebih banyak ke segmen menegah kecil dan konsumer. Menurutnya, penambahan modal untuk BNI Syariah bakal dilakukan dalam waktu dekat. Ditargetkan, aksi korporasi tersebut akan terealisasi pada kuartal IV 2017.

Sementara itu, Plt Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati menyampaikan, nantinya dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan persiapan menuju digital syariah banking. (njs/dbs/foto:bnisy)

 

 


Back to Top