Begini Perkembangan Dakwah Islam di Kanada

gomuslim.co.id- Pertumbuhan umat Muslim di Kanada sangat cepat. Kebanyakan dari mereka memiliki latar belakang pendidikan, budaya, dan ekonomi yang berbeda-beda. Dan hal ini yang membuat Kanada memiliki cerita tersendiri mengenai perkembangan Islam.

Salah satunya kisah keseharian dari wanita Muslim asal provinsi Edmonton, Tendisai Cromwell yang mengenakan hijab. "Setiap hari, sebelum meninggalkan rumah, saya menutup rambut saya dengan hijab tebal warna-warni dengan model turban," ujar Cromwell.

Namun, banyak orang yang memperhatikan ke mana pun dia pergi. Beberapa orang menyapanya dengan sopan dan Cromwell membalasnya dengan hal yang sama. Muslimah 32 tahun asal Zimbabwe itu mengatakan bahwa hijab yang digunakannya bukan sekadar budaya, tetapi juga wujud keimanan.

“Banyak orang yang tidak mengenalnya sebagai Muslim. Ini karena banyak orang yang mengidentikkan Islam dengan orang Asia Selatan atau Timur Tengah,” jelasnya.

Dengan berkembangnya wanita Muslim mengenakan hijab di mancanegara, ia berharap suatu hari nanti hijab yang digunakan dikenal bukan hanya sebagai aksesoris, tetapi tanda wanita Muslim.

Orang harus memahami hijab memiliki dua makna. “Pertama adalah wujud keimanan kepada Sang Pencipta,” tandasnya. Kedua adalah menutup aurat yang menjadi simbol kehormatan Muslimah. Dengan sempurna menutup aurat, kehormatan Muslimah terjaga.

“Dirinya makin terhindar dari kejahatan dan akhlak tercela,” pungkas Cromwell.

Untuk diketahui, Organisasi Muslim pertama di Kanada terdaftar pada tahun 1934 di Regina, Saskatchewan, berasal dari imigran Lebanon. Wadah ini menjadi penampung aspirasi dan pemberdayaan umat. Melalui wadah organisasi, Muslim dapat menyalurkan kemampuan dan aspirasi sehingga mereka didengar.

Masjid Kanada pertama dibangun di Edmonton pada tahun 1938. Ketika itu ada sekitar 700 Muslim Eropa di negara tersebut. Bangunan ini sekarang menjadi bagian dari museum di Fort Edmonton Park. Beberapa tahun setelah Perang Dunia II populasi Muslim mengalami peningkatan. (nat/canadianliving/dbs/foto:theeconomist)

 

 


Back to Top