Malta Berminat Jadi Pusat Keuangan Syariah di Eropa Selatan

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah terus berkembang di sejumlah Negara, termasuk di Benua Eropa. Bahkan, beberapa Negara justri berambisi menjadi pusat keuangan syariah. Selain Inggris, Negara lain yang juga turut mengembangkan bisnis berbasis sistem Islam ini adalah Malta.

Sejak enam tahun terakhir, Negara yang berada di kepulauan di Eropa Selatan ini sudah mulai gencar mengembangkan keuangan syariah. Langkah Malta ini bisa membawa dua keuntungan bagi mereka, yaitu menjadi pusat keuangan di Eropa dan gampang diakses oleh negara-negara Afrika Utara dan Timur Tengah.

Menurut Direktur Komunikasi Brokerage Exante, Patrick O’Brien, Malta memiliki minat terhadap daftar efek syariah dan ada pasar yang masih belum dimanfaatkan. “Pada tahun 2010, Malta membuat aturan tentang sukuk. Lalu pada tahun 2015 mereka meluncurkan indeks saham syariah di Malta Stock Exchange. Tujuannya untuk menarik minat investasi dari perusahaan Timur Tengah,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Gulf Times, Kamis (16/11/2017).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Malta sudah mulai menggalakkan sukuk. Mereka menerbitkan instrumen keuangan syariah untuk sumber pembiayaan dan investasi. Malta juga menawarkan pembiayaan syariah untuk industri maritim dan penerbangan.

O’Brien mengatakan Malta ingin menarik lebih banyak minat investor di keuangan syariah. Misalnya, mereka meluncurkan perbankan syariah dan perusahaan pengelolaan keuangan. Selain keuangan syariah, negara ini juga mempromosikan industri halal, seperti produk halal dan gaya hidup halal.

Dengan tenaga kerja terampil dan kewirausahaan, infrastruktur telekomunikasi dan pusat data yang komprehensif, Malta juga mempromosikan dirinya sebagai pusat pengembangan software keuangan dengan potensi untuk menarik pengusaha fintech Islam yang juga dapat menggunakan pulau ini sebagai batu loncatan ke pasar terdekat.

Sektor-sektor di fintech mencakup sistem pembayaran Islam karena meningkatnya permintaan global akan produk dan layanan perbankan syariah menciptakan peluang signifikan untuk produk kartu pembayaran yang sesuai dengan syariah, serta sistem pembayaran mobile dengan saluran transaksi syariah.

Malta juga bertujuan untuk membangun reputasi internasionalnya sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan untuk mendirikan lembaga pelatihan keuangan Islam dengan manfaat utama bahwa bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi di pulau ini dan di semua institusi pendidikan tinggi.

Untuk diketahui, ketertarikan Malta terhadap keuangan syariah ini terjadi pada 2008 saat regulator keuangan Malta membuat panduan keuangan syariah. Panduan ini menjadikan Malta sebagai regulator pertama di Uni Eropa yang membuat guidance tentang keuangan syariah. (njs/gultimes/dbs/foto:maltatimes)


Back to Top