BPJPH Sosialisasikan Makanan Halal Lewat Pembinaan Chef Resto dan Hotel

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu upaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendorong pelaku usaha memiliki sertifikasi halal yakni dengan mengadakan pembinaan. Pusat Pembinaan dan Pengawasan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Pembinaan Jaminan Produk Halal bagi pelaku usaha restoran dan hotel. 

Kegiatan pembinaan dikuti para juru masak yang tergabung dalam asosiasi chef serta chef restoran dan hotel di Jakarta dan sekitarnya. Selain dari BPJPH, narasumber datang dari MUI, Aminudin Yakub dan founder Asosiasi Chef Halal Indonesia, R. Muhammad Suherman.

Sekretaris BPJPH, Abdurrahman mengapresiasi kegiatan yang digagas panitia. “Pembinaan terhadap pelaku usaha restoran dan hotel menjadi sangat penting  untuk pelaksanaan jaminan halal di restoran atau hotel," ujar Abdurrahman. 

Dia menilai chef menjadi orang yang paling berperan dalam proses produksi makanan di restoran. Dalam hal ini, chef perlu memahami titik kritis halal pada proses produksi makanan. Pengetahuan mengenai bahan-bahan makanan dan hal-hal yang mempengaruhi ketidakhalalan masakan harus dipahami dengan baik oleh para chef. 

"Penyelenggaran JPH juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam memproduksi dan menjual produk," kata dia. 

Saat ini, produk bersertifikat halal sudah menjadi pilihan banyak konsumen. Tidak hanya sebagai kebutuhan masyarakat Muslim tetapi juga sudah menjadi pilihan banyak kalangan. Termasuk  restoran dan rumah makan yang juga sudah teresonansi dengan konsep halal.

Sedangkan, proses produksi produk pada restoran juga mempunyai tata cara tersendiri. Restoran sebagai produk non kemasan, memiliki tata cara produksi yang berbeda dengan produk kemasan. Untuk itu, perlu dilakukan pembinaan khusus bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha tersebut.

“Saya berharap, para chef tidak ragu-ragu untuk menerapkan konsep halal di restorannya. BPJPH akan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kepastian ketersedian produk halal bagi masyarakat yang mengonsumsi atau menggunakannya,” jelasnya. (nat/dbs/foto:ekonomipos)

 


Back to Top