Gandeng Pemerintah UEA, Filipina Segera Resmikan Lembaga Sertifikasi Produk Halal

gomuslim.co.id- Pemerintah Uni Emrirat Arab (UEA) dan Filipina dijadwalkan akan menandatangani nota kesepahaman (MOU) sebelum akhir tahun ntuk mengesahkan lembaga sertifikasi produk kerjasama dua negara tersebut.

Menurut H.E.Abdulla Abdul Qader Al Maeeni, General Manager dari Otoritas Emirat, kedua belah pihak dalam proses peresmian lembaga tersebut masih dalam tahap penyelesaian dan segera rampung pada akhir tahun ini.

"Badan akreditasi produk halal di Filipina akan melakukan sertifikasi halal atas nama kami," kata Al Maeeni, seperti dilansir dari publikasi The Filipino Times, Jumat (17/11/2017).

Sementara itu, Datu Hj Abul Khayr D. Alonto, ketua Otorita Pengembangan Mindanao (MDA) Filipina yang juga dengan delegasi tersebut mengatakan bahwa mereka juga akan mengundang investor Arab untuk mengeksplorasi kelayakan pendirian operasi produk halal di Filipina.

"Kami akan mengatur pusat pengolahan dokumen satu atap untuk mereka. Kami akan beroperasi dalam kemitraan dengan pemerintah daerah kami, "katanya.

Dalam presentasi power point-nya kepada para pemimpin bisnis yang hadir pada acara tersebut, pihak Filipina mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan infrastruktur hukum dan fisik untuk memulai industri halal. Mereka juga telah menerapkan Undang-Undang Pengembangan dan Promosi Ekspor Halal Filipina tahun 2016 yang menciptakan sebuah dewan yang terdiri dari sembilan departemen dan badan yang dipimpin oleh ketua departemen yang membentuk kerangka kerja formal.

Selain itu, Datu Hj Abul Khayr D. Alonto juga mengatakan bahwa peraturan dan peraturan pelaksanaan hukum halal telah disetujui pada 26 Juli 2017 oleh Dewan Halal  untuk membentuk sebuah progra treait resolusi program kerja selama 10 tahun.

Proyek halal telah diklasifikasikan sebagai program spanduk DA dengan beberapa Ph44.63 juta (USD  870.000) telah diusulkan sebagai anggaran awal dalam Undang-Undang Penetapan Umum 2018.

Dilangalen mengatakan DA saat ini juga sedang berupaya untuk membuka peternakan halal untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat dengan masing-masing peternakan yang terdiri dari sapi potong, kambing atau unggas.

Untuk diketahui, data statistik mempresentasikan pada Kelompok Kerja ASEAN tentang Makanan Halal di Hotel Manila pada bulan Mei tahun lalu. Sedangkan, ekonomi halal global dipatok pada USD  2,3 triliun di mana makanan halal menghasilkan sekitar USD 700 miliar. (fau/dbs/foto: halalfocus)


Back to Top