Buka International Islamic Education EXPO 2017, Ini Pesan Menag

gomuslim.co.id- Gelaran International Islamic Education EXPO (IIEE) 2017 di Hall Nusantara  Indonesia Convention Exhibition (ICE)-BSD City, Tangerang Selatan akhirnya dibuka secara resmi. Kegiatan akbar yang digagas Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama ini langsung dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Pembukaan IIEE yang digelar kali pertama ini ditandai pemukulan beduk oleh Menag Lukman didampingi Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. IIEE 2017 akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 21 sampai 24 November 2017 mendatang. 

Dalam sambutannya, Menag mengatakan, gelaran IIEE yang menjadi ajang dan forum berhimpunnya seluruh pemangku kepentingan khususnya pengelola pendidikan Islam di Tanah Air ini patut disyukuri. “Ini pertama kalinya digelar dan saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan IIEE 2017. Semoga IIEE pada malam ini mendapat berkah dari Allah,”  ujarnya.

Menag berharap, forum IIEE  dapat dimanfaatkan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan saling menegaskan komitmen dalam mewujudkan pendidikan Islam berkualitas di Indonesia.

 “Seluruh lembaga pendidikan Islam menjadikan ajang ini sebagai tempat bertukar pengalaman, pengetahuan, prestasi dan informasi. Sehingga diantara sesama mereka bisa saling menginspirasi dan saling memotivasi satu dengan yang lainnya. Tujuannya, tidak lain agar pendidikan Islam di Indonesia tetap terjaga dan terpelihara konsistensinya dalam menebarkan kemaslatan bagi sesama,” jelasnya.

Menag menambahkan, Kemenag ingin Islam hadir sebagai agama yang mendatangkan kedamaian bagi semua. Karenanya, pendidikan Islam harus betul-betul kembali kepada substansi dan esensi dari Islam itu sendiri yang hakekatnya adalah damai.

“Kita tidak ingin lagi menemui ada paham yang tidak pada tempatnya di mana agama, apalagi Islam, digunakan untuk kita saling berkonflik dan bersengketa. Karena agama hadir di muka bumi ini justru untuk menjaga harkat dan martabat manusia agr tetap terjaga,” tuturnya. 

Hal senada juga disampaikan Kamaruddin Amin. Menurut dia, IIEE menjadi moment bersejarah dalam perjalanan pendidikan Islam di Indonesia dan dunia. “Ada beberapa alasan mengapa penting digelar IIEE. Salah satunya masyarakat Islam dunia mendambakan adanya pendidikan Islam yang damai seperti yang terpatri di Indonesia.  Pendidikan Islam Indonesia memang layak dan pantas dijadikan destinasi pendidikan Islam dunia,” katanya.

Usai pembukaan, Menag bersama rombangan meninjau lokasi IIEE 2017. Sejumlah rangkaian acara turut menyemarakan pembukaan IIEE 2017, di antaranya: Deklarasi Serpong, serta penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para santri, pelajar, dan mahasiswa.

Pembukaan IIEE diawali pagelaran seni tari dari Sanggar Seni Seulaweut Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang tampil secara apik dan mendapat aplaus dari ribuan undangan yang memadati Hall Nusantara.

Acara kemudian dilanjutkan penampilan oerchestra dari gabungan siswa-siswi MAN dari berbagai daerah seperti  Serpong dan Yogyakarta. Mereka menampilkan pagelaran dengan mengusung judul Negeri Lima Cahaya. Acara dipandu Ali Zainal (Bahasa Indonesia), Dr Like Raskova Octaberlina (English), dan Rizal Mahfuzho (Arab).

Sementara pembacaan Ayat Suci Al-Quran dibacakan Muhammad Zahron Nasywa, siswa kelas 7 MTs NU Pati, Jawa Tengah yang meraih Juara 1 kateori anak-anak pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional 2017 di Tarakan, Kalimatan Utara. (njs/kemenag)