Ini Sebelas Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Peraih Penghargaan API 2017

gomuslim.co.id- Sebelas guru dan tenaga kependidikan berhasil meraih penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2017 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Ajang penghargaan ini digelar pada event International Islamic Education Expo (IIEE) di Serpong, Tangerang, Kamis (23/11/2017).

Selain penghargaan, mereka yang terpilih sebagai penerima API juga mendapat uang pembinaan sebesar 25 juta per orang. Mereka adalah para kepala madrasah berprestasi, guru madrasah berprestasi dan tenaga kependidikan madrasah berprestasi.

Untuk kategori kepala madrasah berprestasi terdiri dari Kepala RA Berprestasi Juara 1 (Pungki Nahyu Widyawati dari RA Mumtaza Islamic School Banten), Kepala MI Berprestasi Juara 1 (Supriyono dari MI Keji Ungaran Jawa Tengah), Kepala MTs Berprestasi Juara 1 (Mohammad Holis dari MTs N Sumber Bungur Jawa Timur), Kepala MA Berprestasi Juara 1 (Mansur dari MAN 2 Kota Bima NTB).

Selanjutnya kategori guru madrasah berprestasi diraih oleh Guru RA Berprestasi Juara 1 (Ruri Puspita Ningsih dari RA Mumtaza Islamic School Banten), Guru MI Berprestasi Juara 1 (Agus Triyadi dari MI Hidayatul Mubtadi'in Jawa Tengah), Guru MTs Berprestasi Juara 1 (H. Darmadi dari MTs Terpadu Darul Ulum Lampung), Guru MA Berprestasi Juara 1 (Subiyanto dari MAN 2 Kota Madiun Jawa Timur).

Sedangkan untuk  kategori tenaga kependidikan madrasah berprestasi terbagi menjadi tiga, yaitu Pengawas madrasah berprestasi juara 1 (Charisatuniswah dari Kabupaten Sleman DI Yogyakarta), Laboran madrasah berprestasi juara 1 (Sri Hidayati dari MAN 3 Sleman D.I Yogyakarta) dan Pustakawan Berprestasi juara 1 (Rita Susanti dari MAN 3 Sleman Yogyakarta).

Dalam sambutannya, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa kemajuan pendidikan Islam tidak akan dapat dicapai tanpa peran para pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan Islam.

"Atas kerja keras dan dedikasi para pendidik dan tenaga kependidikan inilah, satuan-satuan pendidikan Islam dapat secara konsisten menyediakan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menag Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa API merupakan wujud penghargaan dari negara terhadap semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan sumbangsih yang luar biasa bagi pengembangan pendidikan Islam. API juga sekaligus apresiasi agar penerimanya mampu menginspirasi sekaligus memotivasi kalangan yang lebih luas dalam rangka menyebarluaskan pendidikan Islam di Tanah Air.

"Pendidikan Islam adalah sesuatu yang begitu mendasar dalam ikut membentuk peradaban dunia dalam masa kini dan masa mendatang. Pada hakekatnya kita semua, apapun profesi kita, apapun latar belakang dan aktifitas keseharian kita, kita hakekatnya adalah pendidik. Setiap kita mengemban tanggung jawab untuk menebarkan kebajikan bagi sesama," ujarnya.

Selain memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut mendukung kesuksesan API 2017, Menag juga menyampaikan permohonan maafnya. Menurutnya, masih banyak hal yang semestinya dilakukan Kemenag di dunia pendidikan yang hingga saat ini belum bisa diwujudkan.

Menag juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para pendidik, guru, dosen dan semua pihak, khususnya mereka yang berada di wilayah terluar dan terdalam yang tidak pernah terekspose media, jarang disapa banyak kalangan.

"Mohon maaf jika sampai saat ini belum optimal untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi saudara-saudara sekalian. Mudah-mudahan tahun 2018 akan lebih baik lagi," tegas Menag.

Gelaran 2017 ini, bukan hanya para pendidik dan siswa-siswi madrasah berprestasi saja yang memperoleh penghargaan. API diberikan juga kepada stakeholder Kementerian Agama yang turut berperan dalam pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia, seperti pemerintah daerah, negara sahabat, media massa serta dunia usaha dan industri.

Tampak hadir dalam acara Apresiasi Pendidikan Islam 2017, Sekjen Kementerian Agama Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, Perwakilan Kedutaan Besar Negara Australia, para pejabat eselon II baik pusat maupun daerah, serta  para penerima penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam. (njs/kemenag/foto:duniaeni)

 


Back to Top