Cegah Tawuran, Polres Metro Jakarta Selatan Inisiasi Program Pesantren Kilat untuk Pelajar

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu solusi pengurai tawuran di Jakarta. Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan upaya represif, pre-emtif dan preventif dalam menghadapi masalah tawuran antar pelajar. Salah satunya dengan memasukkan para pelajar nakal ke pesantren kilat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menilai kegiatan pesantren kilat ini bertujuan sebagai pembinaan kepada remaja-remaja, khususnya pelajar yang sering melakukan tawuran agar mereka perilakunya lebih baik dan terhindar dari kenakalan remaja.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pelajar khususnya yang muslim, serta membentuk akhlak yang mulia. Pesantren kilat dilaksanakan selama tiga hari di Masjid Nur Abu Wizar Mapolres Jakarta Selatan.

"Jadi, anak-anak yang ditangkap karena masalah kenakalan remaja misalnya hendak melakukan tawuran, sebelum dikembalikan ke orang tua kita berikan pesantren kilat selama tiga hari terlebih dahulu," kata Mardiaz.

Kegiatan diisi oleh zikir, membaca Alquran yang dibimbing oleh ulama serta shalat berjemaah. Para pelajar juga mendapat siraman rohani dengan mendengarkan ceramah dari dai yang diundang kepolisian.

"Ada juga di dalamnya penyampaian pesan-pesan dari kepolisian menyangkut masalah kenakalan remaja seperti tawuran, bahaya narkoba dan lain-lain," kata dia.

Piha polres akan memulai kegiatan perdana bekerja sama dengan 40 siswa yang tergabung dalam OSIS di 10 sekolah. Kegiatan ini tidak hanya untuk pelajar nakal, tetapi untuk pelajar SMA secara keseluruhan guna membangun karakter yang lebih mandiri, berakhlak dan berdisiplin.

"Mereka yang mengikuti kegiatan pesantren kilat pada Jumat (21/12/2017) kemarin itu adalah pelajar-pelajar pilihan yang berprestasi. Jadi kegiatan ini nantinya tidak melulu menyasar pelajar yang nakal, tetapi juga kepada pelajar yang baik agar memberi contoh positif kepada teman-temannya," lanjut Mardiaz.

Mardiaz berharap agar program ini akan terus berjalan, sehingga menjadikan adik-adik pelajar SMA ini menjadi lebih cerdas, mandiri dan berbudi pekerti yang baik sehingga berguna bagi nusa dan bangsa.

Rencananya, program ini akan dijalankan secara rutin oleh Polres Metro Jakarta Selatan dengan menggandeng sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Jaksel.

“Pelajar SMA menjadi sasaran utama kami karena pada usia itu mereka dalam proses pencarian jati diri,” pungkas Mardiaz. (nat/dbs/foto:detik)

 


Back to Top