Aceh Gelar Peringatan 13 Tahun Gempa dan Tsunami

gomuslim.co.id- Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami akan diperingatkan oleh Pemerintah Aceh di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Aceh Besar Kecamatan Leupung, Aceh Besar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi mengatakan pemilihan Kecamatan Leupung, Aceh Besar, sebagai lokasi utama penyelenggaraan peringatan tsunami didasarkan kejadian maha dahsyat pada 2004 silam.

"Kecamatan Leupung merupakan wilayah yang mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami yang mengakibatkan kehancuran harta benda dan korban ribuan nyawa masyarakat setempat," ujar Reza.

Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami kali ini mengangkat tema “Melawan lupa, dengan tujuan bangun kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana”.

Rencananya, kegiatan akan dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, masyarakat dan undangan lainnya.

Reza menjelaskan peringatan gempa dan tsunami setiap tahun diperingati secara sederhana dan dipusatkan di wilayah terdampak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Rahmadhani menambahkan, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai dari penyelenggaraan peringatan gempa dan tsunami Aceh setiap tahunnya, yaitu refleksi, apresiasi, mitigasi, dan promosi.

"Kejadian gempa dan tsunami masa lalu menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT, dan setiap kejadian bencana tersebut harus menjadi bahan introspeksi diri dan inilah bagian dari refleksi," kata Rahmadhani.

Peringatan tsunami juga menjadi momentum penting untuk mengenang dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat atas segala dukungan dan solidaritas sosial dalam membantu pembangunan Aceh.

"Aceh berada di daerah rawan bencana. Khususnya gempa dan tsunami. Masyarakat Aceh harus bersahabat dengan bencana dan selalu membangun budaya siaga bencana dalam upaya mengantisipasi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa akan datang," tandasnya.

Selain itu, dari sisi promosi, wisata dapat menjadi media efektif dalam memperlihatkan kepada masyarakat global tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat selama tsunami.

Untuk mengingat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengintruksikan kepada masyarakat agar mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang untuk mengenang bencana gempa dan tsunami selama tiga hari hingga Rabu (27/12/2017).

"Dalam rangka mengenang tragedi tsunami menerpa Aceh pada 26 Desember 2004," tukas Sekretaris Daerah Aceh Barat, Bukhari di Meulaboh.

Adanya imbauan pengibaran bendera merah putih setengah tiang tertuang melalui surat edaran kepada instansi pemerintah hingga masyarakat, dan merupakan bagian dari peringatan 13 tahun tsunami. 

Selain mengibarkan bendera setengah tiang, Kabupaten Aceh Barat juga menggelar zikir bersama yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

"Tahun ini tidak diadakan acara di kuburan massal korban tsunami, hanya di masjid agung. Zikir bersama, tausiah dan penyantuhan anak yatim," tambah Kasubag Hubungan Media Massa Sekdakab Aceh Barat, Adi Wijaya. (nat/dbs/foto:baranewsaceh)


Back to Top