ACT Bagikan Ratusan Humanity Card untuk Pengungsi Rohingya

gomuslim.co.id- Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan 500 Humanity Card kepada pengungsi Rohingya Kamp Kutupalong, Bangladesh, Minggu 24/12/2017). Kartu ini digunakan para pengungsi untuk ditukarkan dengan sembako di posko yang disiapkan ACT di lokasi yang terjangkau oleh pengungsi.

Koordinator Tim SOS for Rohingya, Rahadiansyah mengatakan, Humanity Card ini telah didesain untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga pengungsi selama sebulan. Jika ditotal, sembako yang mereka dapatkan bisa mencapai sekitar 40 kg.

Ia menyebutkan proses pendistribusian Humanity Card ini dilakukan secara bertahap. "Hari Minggu (24/12), sebanyak 112 kartu telah dibagikan. Sisanya akan terus didistribusikan hingga empat hari ke depan," katanya.

Pendistribusian HC rencananya akan terus dilakukan hingga menjangkau 1000 keluarga pengungsi baru yang ada di Kamp Kutupalong. Sebanyak 500 HC tambahan akan dibagikan usai pendistribusian HC tahap pertama.

"Target kami adalah memberikan HC kepada 1000 keluarga pengungsi. Jumlah ini sesuai dengan jumlah shelter yang dibangun ACT di Kutopalong, yakni 1000 unit untuk 1000 KK," imbuh Rahadiansyah.

Salah satu pengungsi, Aminullah (57), mengaku sangat senang mendapatkan Humanity Card dan berbelanja sembako dengan kartu kecil itu. Pria paruh baya tersebut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan ACT yang telah begitu perhatian kepada nasib para pengungsi.

"Kami di sini dibuatkan shelter, toilet, masjid, dan madrasah. Lalu hari ini kami juga menerima bantuan pangan. Alhamdulillah, terima kasih ACT," ujarnya.

Program Humanity Card telah menyapa para pengungsi Rohingya sejak Januari 2017, menyusul adanya gelombang pengungsi yang baru tiba di Bangladesh pascakonflik akhir 2016 silam. Saat itu, Humanity Card menyasar para pengungsi baru yang ada di Dohazari, Chittagong, Bangladesh.

"Humanity Card menjadi ikhtiar ACT untuk memuliakan para warga kurang mampu serta para pengungsi yang menjadi korban konflik kemanusiaan. Sebab, mereka tidak harus berebutan mendapatkan bantuan. Sebaliknya, mereka bisa menggunakan kartu itu untuk menebus kebutuhan harian di toko yang sudah bekerja sama dengan ACT," ujar Rahadiansyah.

Sejak pertama kali diluncurkan di Jakarta pada Desember 2016, Program Humanity Card telah menjangkau ribuan keluarga kurang mampu dan korban konflik kemanusiaan di beberapa negara. Di Indonesia, Humanity Card menyasar warga pra-sejahtera yang ada di wilayah Jabodetabek. Sementara di luar negeri, Humanity Card telah menebar manfaat bagi korban konflik kemanusiaan di Palestina, Suriah, dan Bangladesh (Rohingya). (njs/act)


Back to Top