Seniman Aceh Utara Gelar Pertunjukan Musik Gendang Raksasa Rapa'i

gomuslim.co.id- Kesenian tradisional musik perkusi Uroh Rapa`i Pase" (Hari Rapa`i Pase) digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Dua grup besar rapa`i pase (seni gendang raksasa) akan saling tampil menghibur masyarakat dalam sebuah pertunjukan di Lapangan Kemukiman Buwah, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (29/12/2017) malam.

Camat Baktiya Barat, Edward didampingi Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Utara T Nadirsyah mengatakan acara tersebut akan digelar hari ini sekitar pukul 20.30 WIB hingga selesai.

"Pada pagelaran `Uroh Rapa`i Pase` ini akan bertanding dua grup rapa`i, masing-masing Grup Rapa`i Pase Raja Buwah dan Rapa`i Pase Mulieng," ujar Edward.

Selain itu,  penonton juga dapat menyaksikan penampilan kolaborasi Grup Rapa`i Pase Raja Buwah, Hikayat dan Serune Kale. Ada juga sosialisasi Undang-undang Kebudayaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud), serta deklarasi Pusat Perkusi Aceh Rapa`i Pase oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.  Dijadwalkan, pergelaran "Uroh Rapa`i Pase" tersebut juga akan dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dan pegiat seni rapa`i yang ada di Kabupaten Aceh Utara untuk dapat meramaikan "Uroh Rapa`i Pase" yang akan berlangsugkan di Lapangan Kemukiman Buwah tersebut.

"Sesuai perintah Bapak Bupati H Muhammad Thaib, kita mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para penggiat seni rapa`i di Aceh Utara, khususnya untuk dapat menghadiri dan meramaikan malam pagelaran seni `Uroh Rapa`i Pase` ini," tambah T Nadirsyah. 

Kesenian Rapai pase sendiri hanya terdapat di Aceh Utara dengan formasi pemukulnya 30 buah rapai, sedang 15 buah dan formasi kecil 10/12 buah. Selain ukuran rapai biasa (rapai daboih) ditambah lagi dengan ukuran rapai besar (rapai induk/pase) yang dimainkan harus digantung karena ukurannya yang besar dan sangat berat.

Sementara para memukulnya pun harus berdiri, khusus membawakan rithmik saja, tanpa interval nada, dibawakan lagu/syair berbau keagamaan, nasehat, upacara gembira, adat-adat perayaan, sunat Rasul, maulid dan upacara lain secara Islam. (nat/dbs/foto:serambiindonesia)


Back to Top