Sejumlah Bank Syariah Targetkan Pertumbuhan KPR Syariah Tahun Ini

gomuslim.co.id- Memasuki tahun 2018, sejumlah bank syariah di Tanah Air semakin gencar membidik pembiayaan rumah. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan positif pada Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Syariah tahun lalu.  

BNI Syariah misalnya yang mencatatkan pertumbuhan sekitar 11 persen atau Rp 1 triliun dari program BNI Griya iB Hasanah akhir tahun 2017. Melihat capaian tersebut, Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan KPR di kisaran 12 sampai 13 persen untuk tahun ini.

"Meskipun ada potensi otoritas akan menaikkan suku bunga acuan, namun dengan pengalaman dan tingkat kesadaran bank syariah yang meningkat, kami optimis mampu mencapai angka tersebut," ujarnya.

Dhias mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah dengan memperbanyak kerjasama dengan sejumlah pengembang perumahan (developer) sebagai sarana penyaluran pembiayaan. Ia menyebut perseroan akan semakin gencar menjalin kerjasama pemasaran dengan institusi seperti BUMN dan perusahaan swasta.

"Penyaluran pembiayaan juga akan lebih fokus pada tipe rumah kecil, pembelian rumah pertama dan membidik segmen pegawai fixed income dan profesional," katanya.

Bank syariah lainnya yang mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor ini adalah BRI Syariah. Tahun lalu, anak usaha PT Bank BRI Tbk ini merealisasikan KPR atau yang dikenal dengan nama KPR Faedah sebesar Rp 4,06 triliun.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyebut, ada kenaikan KPR Faedah  sebesar Rp 1,16 triliun dari posisi 2016 sebesar Rp 2,89 triliun. Kenaikan ini mencapai  40,11 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Untuk tahun 2018, BRI Syariah mematok pertumbuhan KPR sebesar 25 persen. "Strategi 2018, BRI syariah akan fokus dengan pertumbuhan pada kota-kota penopang Jakarta serta second cities," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa BRI Syariah juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) serta menjadi bank penyalur program pemerintah lewat KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Adapun Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk, tahun ini memproyeksikan penyaluran pembiayaan perumahan naik hingga 40 persen. Direktur Syariah CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengungkapkan tahun lalu KPR Syariah CIMB Niaga mampu tumbuh tajam mencapai 100 persen secara tahunan atau year on year (yoy) atau melebihi target awal tahun 2017 sebesar Rp 5 triliun.

Bank yang terafiliasi dengan CIMB Group ini juga membeberkan sejumlah strategi pendorong realisasi KPR syariah, antara lain mensinergikan produk UUS dengan cabang konvensional CIMB Niaga. Selain itu, perseroan juga memberikan pendidikan secara lebih mendalam dengan pada karyawan CIMB Niaga untuk mendorong penjualan produk syariah termasuk KPR.

"Kami juga menawarkan program yang sama menariknya dengan program-program konvensional," ungkapnya.

Untuk diketahui, salah satu indikator pertumbuhan kredit KPR tengah membaik antara lain ditopang oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan kenaikan sebesar 10,8 persen. Rendahnya risiko segmen kredit ini pun tercermin dari rendahnya non performing loan (NPL) yang berada di level 2,81 persen. (njs/dbs)

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka