Bali Jadi Tuan Rumah Training Halal Internasional pada April 2018

gomuslim.co.id- Perkembangan industri halal di Indonesia membuat Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) akan menggelar International Halal Training pada18 sampai 20 April 2018 di Bali.

Sementara, yang menjadi peserta training adalah perusahaan-perusahaan dari berbagai negara. Wakil Direktur Pelaksana LPPOM MUI, Sumunar Jati mengatakan Indonesia sebagai pasar halal yang besar sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui seputar halal. Sehingga pengusaha luar negeri yang ingin memasarkan produknya ke Indonesia bisa mengetahui kewajiban harus dijamin kehalalannya.

“Kebutuhan akan pengetahuan atau keterampilan bisa mendapatkan halal itu penting sekali," kata Sumunar. 

Karena itu, LPPOM MUI ingin menfasilitasi perusahaan asing agar mengetahui bagaimana cara memproduksi produk yang halal dengan benar. Termasuk alasan mengapa suatu produk harus halal, pentingnya sertifikasi halal dan cara mendapatkannya dari MUI.

Summunar menambahkan meskipun pelaksanaanya masih bulan April mendatang, sudah banyak pihak yang menanyakan.

Training ini dinilai dia akan menarik perhatian perusahaan-perusahaan karena lokasinya yang ada di Bali. Pemilihan tempat memang disengaja di Bali juga sebagai bagian dari promosi pariwisata.

"Kebetulan sambil mempromosikan Bali dan Halal Training ini menarik di Bali jadi mereka sekaligus training mereka tahu Bali," katanya.

Adapun pemateri seluruhnya dari LPPOM MUI dan MUI. Pemateri nantinya mengupdate kepentingan halal Indonesia dimana mayoritas penduduknya Islam.

Kemudian hak konsumen untuk mendapatkan produk halal juga menjadi materi training. Selain itu, pemahaman tentang mengapa suatu produk diwajibkan halal, sistem jaminan halal dan alasan-alasan dari Alquran.

Dilansir dari situs resmi LPPOM MUI, training ini merupakan bagian dari kegiatan yang diadakan oleh Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC). Setelah sebelumnya pernah mengadakan dua acara pelatihan Internasional pada tahun 2016 dan 2017.

Selama training, pengantar akan menggunakan bahasa Inggris dengan pelatih dan metode yang profesional. Sehingga membuat peserta memahami dan mengetahui bagaimana mempersiapkan dan menjalankan HAS yaitu prasyarat mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Perusahaan yang telah menerapkan Sistem Jaminan Halal saat ini sangat dianjurkan untuk menyegarkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan implementasi HAS. Training Internasional di Bali nanti sangat berguna bagi perusahaan baru agar mengetahui persyaratan apa yang harus dipenuhi ketika memasarkan produknya di Indonesia. (nat/dbs/foto:halalmui)

 

 


Back to Top