BPR Mustaqim Aceh Bakal Konversi Jadi Bank Syariah

gomuslim.co.id- Konversi bank konvensional ke bank syariah kini mulai menjadi tren. Salah satu bank yang turut menginginkan perubahan status menjadi syariah adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim, Suka Makmur Provinsi Aceh.

Direktur Utama PD BPR Mustaqim Suka Makmur Provinsi Aceh Sri Hartati mengatakan pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan terkait konversi yang ditargetkan terealisasi pada April 2018 mendatang. "Insya Allah April ini BPR Mustaqim Suka Makmur konvensional akan konversi ke sistem syariah," ujarnya di Banda Aceh, Kamis (01/02/2018).

Sri mengungkapkan, sesuai dengan amanat Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2015, selain konversi menjadi syariah, Bank Mustaqim akan merealisasikan proses perubahan bentuk hukum dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT)

Ia pun meyakini konversi tersebut mampu mendorong terwujudnya perekonomian Aceh yang berlandaskan pada prinsip syari’ah, demokrasi ekonomi, dan kehati-hatian. "Konversi ini juga akan mampu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat sesuai dengan tuntunan syariat," katanya.

Pihaknya optimistis sistem syariah yang dijalankan pascakonversi akan mampu menjalankan fungsi sosial lainnya dari bank tersebut, termasuk memanfaatkan harta agama untuk kemaslahatan umat berdasarkan prinsip syariah, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia menambahkan, manfaat lainnya adalah memperluas jaringan dan produk layanan perbankan syariah serta mendukung usaha agrobisnis kerakyatan. "Jika berhasil, maka BPR Mustaqim akan menjadi ikon bagi BPR di seluruh Indonesia, yaitu sebagai satu-satunya BPR yang berhasil melaksanakan proses konversi BPR menjadi BPRS, dari semula awal bernama PD BPR Mustaqim Suka Makmur akan menjadi PT BPRS Mustaqim Aceh," paparnya.

Pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Aceh dan doa dari seluruh masyarakat agar proses konversi tersebut dapat segera selesai. Ia menyebut proses tersebut akan diimbangi dengan percepatan bisnis bank yang makin baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta BPR Mustaqim Suka Makmur agar sesuai dengan tujuan didirikannya hadir di tengah masyarakat. Terutama bagi mereka yang membutuhkan dan para pelaku UMKM.

“Segmen BPR memang untuk rakyat kecil, jangan melulu cari untung, fungsi sosialnya harus diutamakan. Jadi, kalau nantinya Pemerintah Aceh selaku pemegang amanat rakyat membantu penyertaan modal kepada PD BPR Mustaqim, maka dana tersebut harus disalurkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Nova meyakini jika tujuan tersebut mampu dicapai, maka praktik lintah darat yang masih berkembang di tengah masyarakat akan terus tergerus. Di sisi lain, kehadiran BPR Mustaqim di tengah masyarakat juga akan sangat mendukung program Pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Troe, Aceh Kaya dan Aceh Kreatif.

Sekadar informasi, total penyaluran kredit BPR Mustaqim sepanjang tahun 2017 adalah sebesar Rp75 milyar, dengan outstanding kredit sampai dengan Desember 2017 sebesar 96,5 milyar, yang fokus pada penyaluran modal kerja, investasi, kelompok pertanian, program pasar rakyat serta konsumsi di seluruh Aceh.

Saat ini, Bank Mustaqim memiliki 23 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online dan tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Aceh, dengan total Nasabah saat ini diatas 57 ribu nasabah, dengan total debitur diatas 6 ribu orang.

Kredit yang telah disalurkan hampir 100% pada sektor rill, berdasarkan sektor ekonomi pada sektor perdagangan sebesar 56,31 persen, pertanian 19,82 persen, jasa-jasa 12,62 persen, rumah tangga 9,33 persen, perindustrian 1,19 persen, dan sektor lainnya sebesar 0,72 persen.

Aset Bank Mustaqim sampai dengan Desember 2017 adalah sebesar Rp158 milyar, Modal disetor (Pemerintah Aceh) sebesar Rp 72 milyar, Tabungan sebesar Rp30 milyar, Deposito sebesar Rp40 milyar, simpanan bank lain sebesar Rp13 milyar, serta Laba sebelum pajak sebesar Rp 3,4 milyar. (njs/goaceh/dbs)


Back to Top