IHW Sarankan BPOM Gandeng Polri Terkait Pengawasan Peredaran Obat-Obatan

gomuslim.co.id- Pengawasan terhadap makanan, minuman, obat-obatan yang beredar di masyarakat perlu ditingkatkan. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga resmi dari pemerintah dapat menggandeng aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menangani pengawasan tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah baru-baru ini. Saran tersebut sebagai respon menyusul adanya penarikan produk Viostin DS yang di produksi oleh PT Pharos Indonesia dan produk Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories yang terindikasi positif mengandung DNA babi.

“BPOM perlu menggandeng aparatur Polri guna melakukan penindakan atas pelanggaran tersebut. Peristiwa ini memberikan kesadaran kepada kita semua agar mandatory sertifikasi halal terhadap obat dan farmasi segera dilakukan, menjadi penting demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat konsumen," ujarnya.

Menurutnya, tindakan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories yang memproduksi obat dan terdeteksi positif mengandung DNA babi adalah perbuatan kejahatan dan di ancam pidana yang dilakukan korporasi atau produsen sesuai undang-undang.

"Pelaku usaha wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk. Sangat besar kemungkinan kontaminasi DNA babi untuk semua produk obat-obatan yang diproduksi oleh PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories, mengingat pengolahan dan prosesnya menggunakan tempat dan alat-alat yang sama," katanya.

Hal ini sesuai undang-undang dengan Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan jo. Pasal 6 huruf i Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo. Pasal 26 ayat 2 Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang pada intinya bahwa Pelaku Usaha wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk.

Karena itu PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories wajib menarik semua produknya yang telah beredar di pasar tidak terbatas pada NIE POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

Indonesia Halal Watch (IHW) sebagai Lembaga Advokasi Halal, merupakan lembaga advokasi yang menjadi jembatan penghubung masyarakat konsumen, pelaku usaha dan pemerintah dalam implementasi dan law enforcement Undang-undang Jaminan Produk Halal.

Sejak didirikan pada tanggal 23 Januari 2013 di Jakarta, IHW telah aktif melakukan advokasi bagi konsumen khususnya konsumen muslim dan mendampingi produsen. (njs/dbs/foto:halhalal)


Back to Top