‘Manajemen Masjid Kekinian dan Masjid Makmur’ Jadi Tema Kajian Program DKM di Jawa Barat

gomuslim.co.id- Keberadaan masjid saat ini tak hanya sebagai rumah ibadah. Namun juga sebagai tempat untuk mencerdaskan umat. Karena itu, ratusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan pengurus masjid di Jawa Barat mengikuti kajian program memakmurkan masjid di Masjid Trans, pada Minggu, (04/02/2018).

Adapun dua tema yang diangkat antara lain “Manajemen Masjid Kekinian dan Masjid Makmur”. Sementara, Sekretaris Yayasan Harapan Bangsa Indonesia Madani (HaBIM), Ari Attobari mengatakan yang menghadiri  kajian tentang memakmurkan masjid adalah pengurus masjid dari berbagai daerah di Jabar. Di antaranya dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kuningan, dan Purwakarta.

"Alhamdulillah, pengurus masjid dan masyarakat cukup antusias dengan kajian soal masjid ini. Mereka, rata-rata tahunya dari undangan yang disebar di Medsos," pungkas Ari yang juga menjabat juga sebagai Ketua Panitia Kajian Masjid Bersih dan Makmur.

Lanjut Ari, program memakmurkan masjid merupakan kerja sama antara Yayasan HaBIM dengan Yayasan Masjid Nusantara. Program ini, merupakan satu rangkaian kegiatan yang bekerlanjutan.

"Program mekamurkan masjid ini urgent karena DKM dan pengurus masjid harus terus diedukasi agar masjidnya bersih dan makmur," ujar dia.

Namun, tak hanya DKM atau pengurus saja yang dimotivasi untuk memakmurkan masjid. Karena, kewajiban memakmurkan masjid ini harus dilakukan juga oleh semua masyarakat Muslim.

"Melalui program ini, kami terus memotivasi semua Muslim agar mau ikut serta memakmurkan masjid," sambungnya..

Kata Ari, pemberian nama dari kedua tema kajian tersebut karena masyarakat biasanya berpikir sederhana. Masjid bisa makmur kalau ada dana tersedia. Padahal, tak selamanya seperti itu. Oleh karena itu, panitia mengundang DKM dari Masjid Daarut Tauhid (DT) yang sudah terbukti masjidnya makmur.

"Ke depan kami akan membuat program berkelanjutan ekonomi. Kami ingin, masjid jadi pusat perekonomian umat Islam agar bisa tumbuh dengan baik," pungkas Ari.

Hal tersebut bisa menjadi solusi permasalahan warga di masyarakat termasuk untuk menyelesaikan masalah sosial.

Sementara, menurut Ketua DKM DT, Agus Mubarok, fungsi masjid bukan hanya untuk shalat. Namun, untuk mencerdaskan umat dari sisi politik pun boleh. Karena, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam harus cerdas dan jujur.

"Sangat penting dari masjid melahirkan sesorang yang bisa mengambil kebijakan," kata dia.

Masjid kekinian juga harus memiliki fungsi dakwah dan sosial. Apalagi, saat ini semua masyarakat bisa berdakwah dengan mudah. Misalnya, dengan mengandalkan Hp untuk dakwah.

"Jadi dakwah harus inovatif. Masjid harus tempat dakwah untuk mencerdaskan," tandas Agus. (nat/dbs/foto:pikiranrakyat)

 


Back to Top