Perkuat Wisata Halal Indonesia, Kemenpar Ajak Kolaborasi MUI

gomuslim.co.id- Upaya pengembangan wisata halal di Tanah Air terus dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Salah satunya adalah dengan mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berkolaborasi dalam pengembangan pariwisata halal di Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan dalam upaya ini, pihaknya mengacu pada Global Muslim Travel Index (GMTI). “Program wisata halal ini akan dikembangkan bersama MUI. Karena alasan itulah kami beraudiensi. Kami ingin wisata halal Indonesia mendunia. Acuannya tetap global. Standardisasi wisata halal dengan level GMTI. Itu sudah menjadi baku,” ujarnya, Minggu (04/02/2018).

Ia menyebutkan setidaknya ada empat elemen GMTI yang menjadi acuan dunia saat ini. Elemen tersebut yaitu aksesibilitas, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Indeks tersebut mencakup sedikitnya 130 negara, baik di negara Organsiasi Kerja Sama Islam (OKI) atau non-OKI.

“Secara umum, wisata halal ini juga identik dengan pariwisata biasa. Hanya saja, destinasi beserta atraksi wisatanya, hotel, dan kuliner harus sesuai syariah Islam,” katanya.

Indonesia sendiri saat ini berada pada urutan ke tiga dunia  jika mengacu pada standard GMTI. Posisi tersebut dikunci pada Mei 2017 silam. Wisata halal Indonesia pun berhasil menggusur Turki. Sementara, Malaysia masih berada di posisi pertama diikuti Uni Emirat Arab di posisi kedua.

Untuk menaikkan standard wisata halal Indonesia pada 2018, dukungan sudah diberikan oleh MUI. “Respon positif ditunjukkan MUI. Ketua MUI berkomitmen untuk ikut mengembangkan wisata halal. Label halal itu sebenarnya inklusif. Tidak hanya berlaku untuk muslim saja. Non muslim juga ada yang menggemari halal lifestyle,” ungkapnya.

Adapun audiensi Kemenpar dengan MUI ini menghasilkan tujuh formulasi. Untuk pedoman usaha pariwisata halal, nantinya akan disusun segitiga. Stakeholder itu adalah Kemenpar, MUI, juga pelaku industri wisata halal. Setelah pedoman itu terbentuk, langkah selanjutnya sosialisasi wisata halal.

Menjaga kualitas dan kehalalan, sertifikasi diberlakukan menyeluruh. Kemenpar dan MUI bahkan akan mendorong pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Halal. Selain itu, mereka juga berencana membentuk Tim Bersama Wisata Halal.

“Terkait destinasi, kesepahaman juga sudah bulat. Kita sepakat akan mendorong berdirinya Desa Wisata Halal. Demi menguatkan posisi, penyelenggaraan kegiatan sadar wisata halal juga diperlukan,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top