Berdayakan Nelayan Kerang Hijau, Dompet Dhuafa dan BNI Syariah Resmikan Rumah Kupas

gomuslim.co.id- Lembaga Filantropi Dompet Dhuafa terus berupaya memberantas kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat. Bekerjasama dengan BNI Syariah dan Yayasan Hasanah Titik (YHT), baru-baru ini Dompet Dhuafa meresmikan rumah kupas sebagai bentuk program pemberdayaan nelayan kerang hijau Mustahik Move to Muzakki.

Program ini merupakan program pemberdayaan di wilayah pesisir daerah Banten sejak 2017 dengan berbagai kegiatan di antaranya pembuatan bagan area tambak, pembangunan rumah kupas kerang, pengurusan izin usaha, pendampingan kelompok dan usaha mitra, serta penguatan kelembagaan dan usaha bersama lembaga lokal dengan nilai penyaluran zakat BNI Syariah sebesar Rp660 juta.

Partnership Manager Dompet Dhuafa, Sulis Tiqomah mengatakan peresmian rumah kupas ini dilakukan sekaligus melakukan panen raya kerang hijau bersama para nelayan di Kota Serang. Menurutnya, panen perdana ini merupakan program pemberdayaan ini berasal dari zakat karyawan dan zakat perusahaan BNI Syariah.

"Kami senang program ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat nelayan di Karangantu, karena potensi alam di sini adalah kerang hijau. Ini berkah dari zakatnya karyawan BNI Syariah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/04/2018).

Sulis menambahkan, saat ini fokus Dompet Dhuafa adalah memandirikan penerima manfaat secara ekonomi dengan intervensi program-program pemberdayaan yang digulirkan. Tujuannya adalah mendampingi para penerima bantuan sampai mereka mandiri dan menjadi muzzaki (orang yang berzakat).

Ketua Yayasan Hasanah Titik BNI Syariah, Andrianto Daru Kurniawan, juga mengaku senang atas tercapainya salah satu tujuan sinerginya ini. Yakni mengangkat sebanyak-banyaknya mustahik (penerima zakat) menjadi muzzaki.

"Alhamdulillah, panen perdana para nelayan kerang hijau sudah membuahkan hasil hingga satu ton. Alhamdulillah, satu ton per bagan. Saat ini nelayan sudah memiliki 30 bagan dengan target 80 bagan yang akan disalurkan di tahun 2018 ini," katanya.

Menurut Daru banyak kerja sama yang dilakukan pihaknya bersama Dompet Dhuafa. Salah satunya program pemberdayaan Kerang Hijau di Kampung Tanggul Jaya, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Alasan memilih Dompet Dhuafa menurut Daru karena Dompet Dhuafa dianggap sebagai lembaga pengelola dana zakat, sedekah, serta wakaf yang sudah teruji selama puluhan tahun. Sehingga tidak ada keraguan bagi pihaknya untuk terus bersinergi melalui program-program lainnya.

"Kami memilih bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk memastikan bahwa dana zakat perusahaan sampai kepada delapan asnaf yang ditentuan agama," ujar Daru selaku General Manager HCD BNI Syariah.

Di samping itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Abdurrahman Usman, mengatakan selain menyalurkan bantuan berupa bagan untuk nelayan, Dompet Dhuafa juga memberikan pendampingan berkala kepada nelayan. Tujuannya untuk memastikan semua proses budidaya sesuai standar dalam bentuk pendampingan berbasis komunitas.

Menurut Usman, Dompet Dhuafa menurunkan satu orang pendamping yang akan mengontrol semua aktivitas nelayan di sini. Sehingga hasil yang diharapkan yaitu mustahik move to muzzaki dapat tercapai. Begitu pun dalam proses pemasarannya, menurut Usman, Dompet Dhuafa juga mendampingi sampai hasil panen nelayan diterima baik oleh pasar.

"Alhamdulillah, para nelayan kita ini diberikan anugerah laut yang bersih oleh Allah SWT. Hasil uji lab menunjukkan bahwa kerang hijau di wilayah Karangantu sangat layak konsumsi," ujar Usman.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa Filantropi Bambang Suherman, mengatakan yang dilakukan pihaknya sebagai pengampu mandat zakat bukan sekadar menyalurkan.

 “Kita perlu membuktikan bahwa zakat yang dikelola dengan baik mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan. Seperti halnya program kerang hijau ini, keberhasilan program zakat menjadi insentif bagi muzakki untuk ketenangan beramal zakat, khususnya melalui lembaga," ungkapnya. (njs/dd)