Dirancang Imam Asal Indonesia, Pesantren Pertama di AS Ini Terima Santri Non Muslim

gomuslim.co.id-Tahun ini, Pesantren Nusantara Madani bakal berdiri di Negeri Paman Sam. Pesantren pertama besutan Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali itu akan dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektare di New York.

Imam Syamsi Ali yang menjabat Presiden Nusantara Foundation mengatakan, pesantren ini akan menerima santri internasional termasuk non muslim dengan karakter bangunan Indonesia sebagai misi memperkenalkan Islam dan Indonesia. Ia menyebutkan tujuan pembangunan pesantren ini juga menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan kepada masyarakat non-Muslim di AS tentang Islam yang sebenarnya.

"Sering saya sampaikan kepada non-Muslim di sana, kami di sini bukan untuk mengislamkan Anda, tetapi kami hanya berkewajiban menyampaikan Islam apa adanya. Anda mau terima atau tidak, itu adalah hak anda," ujarnya saat bertemu Menteri Sosial Idrus Marham di Jakarta baru-baru ini.

Shamsi yang telah berdakwah di Negeri Paman Sam selama 21 tahun itu menyebut perjalanan penyampaian ajaran Islam dan kebenarannya sudah cukup baik di AS. Namun demikian, kerap kali tetap terjadi tantangan tergantung situasi dan kondisi setempat.

Ia menambahkan, ada beberapa alasan pendirian pesantren di Amerika yaitu pertama ada stereotype di Amerika bahwa Islam itu Timur Tengah. "Kami ingin sampaikan bahwa Islam itu universal untuk semua manusia jadi jangan dikaitkan dengan Timur Tengah saja. Timteng itu kan identik dengan konflik dan kekerasan. Kita tidak ingin Islam selalu dikaitkan dengan hal seperti itu," katanya.

Selanjutnya, meningkatnya Islamofobia di sana disebabkan karena ketidakpahaman. Maka cara terbaik untuk menjawab islamofobia tersebut adalah dengan kerja nyata. "Alasan terpenting adalah setelah 21 tahun berdakwah di AS, kita Ingin tunjukan bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar. Yang di kenal di luar negeri hanya Bali saja, kita juga ingin kenalkan Indonesia," ungkapnya.

Menurut Shamsi, usai terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, tingkat prasangka dan diskriminasi pada Islam alias Islamofobia semakin tinggi. Alhasil, banyak kesalahpahaman kecil yang menjadi persoalan antarumat.

Pesantren Nusantara Madani sendiri nantinya bakal menjadi pusat pendidikan Islam yang baik. Pasalnya, lokasinya berdekatan dengan kampus-kampus terkenal di AS seperti Harvard University, Boston University, Yale University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). "Lokasi itu sudah kita miliki di daerah pertengahan kota New York dan Boston," katanya.

Adapun anggaran untuk membangun pesantren agar mampu menampung ribuan santri mencapai 10 juta dolar AS. Menurut dia, mimpi terbesar adalah mendirikan mualaf center karena perkembangan mualaf yang begitu besar.

"Untuk jangka panjang, kami akan bangun gedung baru dengan desain karakter keindonesiaan. Misal, desain asrama santri bergaya rumah minang karena memang tujuan jangka panjang adalah menjelaskan islam yang universal," ungkapnya.

Pesantren yang juga untuk tempat pembinaan imam dan da'i itu akan dibangun di gedung bekas peternakan ayam. Setelah renovasi, sebagian area gedung bisa digunakan untuk para santri belajar sekira bulan Juli-Agustus 2018 mendatang. "Juli atau Agustus ini kita sudah mulai, untuk sementara kita terima 40 sampai 50 santri," ucapnya.

Idrus pun menanggapi baik rencana Shamsi dan yayasannya dalam membangun pesantren berkapasitas ribuan orang itu. Idrus mengibaratkan peran Shamsi tak ubahnya seorang duta besar (dubes).

"Kehadiran beliau di sana justru punya misi. Bukan hanya misi sebagai pejuang Islam tapi juga sebagai anak bangsa yang mengabdi. Apa yang dilakukan ini tugas mulia karena itu harus Kita dukung sepenuhnya. Artinya bahwa ingin upaya meyakinkan mengubah opini sebagian besar orang-orang Amerika tentang Indonesia dan Islam. Harus kita dukung sepenuhnya karena ini misi yang baik," katanya. (njs/cnn/okezone/dbs)