#KabaRamadhan

Jambore Halal 2018 Resmi Ditutup, Pengunjung Capai 12 Ribu Orang

gomuslim.co.id- Rangkaian kegiatan Jambore Halal 2018 digelar dalam acara yang mengusung tema 'Halal Goes to The World' berlangsung di gedung Gradhika Bakti Praja di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah selama tiga hari, 5 hingga 7 Juni 2018 resmi ditutup.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati sebagai penyelenggara menutup langsung acara tersebut. Rangkaian kegiatan digelar dalam acara yang mengusung tema 'Halal Goes to The World' ini, ekspose produk halal, talk show 'Success Story and Business Motivation, Seminar Halal Goes to The World, Halal cooking demo, fashion show busana Muslim dan temu bisnis.

"Kegiatan Jambore produk halal dengan rangkaian kegiatannya dapat menarik pengunjung hingga sekitar 12 ribu orang yang berasal dari berbagai kalangan, baik pegawai, santri dan masyarakat umum," tutur Ema. 

Selain angka pengunjung yang tinggi, Ema juga menyoroti hasil dari ‘Temu Bisnis’ yang telah mencatat transaksi keberminatan dengan rincian sebagai berikut, Go food 34 UMKM, Indomaret 11 UMKM, Transmart 11 UMKM, Galael 22 UMKM, Kaligarong 41 UMKM dan Mubarok 20 UMKM.

Kegiatan pameran ini diikuti oleh 135 stan makanan halal, 17 fashion Muslim, 3 perusahaan kosmetik dan 3 lembaga atau instansi yakni HIPMI, Bank Jateng dan LPPOM MUI Jateng yang menjadi mitra penyelenggara acara.

Ketua Umum MUI Jateng, Ahmad Daroji, yang juga hadir dalam penutupan memuji penyelenggaraan Jambore Halal pertama kali ini namun sudah luar biasa.

"Tahun pertama penyelenggaraan namun sudah luar biasa. Ketika tadi lirik lagu yang dikumandangkan adalah 'andai engkau datang kembali', maka semoga (Jambore Halal) Insyaallah datang kembali," tuturnya.

Daroji juga mengungkapkan bahwa keinginan MUI untuk memasyarakatkan sadar halal sudah ada, dan dibantu direalisasikan oleh DInkop dengan Jambore Halal 2018 tersebut. Selain membahas kemitraan, Ema juga berpesan bahwa kesiapan dari UMKM yang mendapat buyer harus diperhatikan.

"Keprofesionalan teman-teman UMKM harus dijaga, termasuk menjaga keberlangsungan ini. Tetap mempertahankan kualitas, jangan dikurangi, dan kehalalan dijaga. Dipesani berapapun dari buyer harus siap, sebab pengalaman saya pesan produk UMKM sebanyak 500 dalam dua hari namun tidak sanggup. Seperti ini kan sayang," tambah Ema.

Pihaknya juga mendorong para UMKM, khususnya yang berada di Jawa Tengah untuk mensertifikatkan produknya untuk memberikan ketenanagan kepada konsumen Muslim. (nat/dbs/foto:radioidola)

 

 


Back to Top