Ini Enam Pencapaian BPKH dalam Setahun

gomuslim.co.id- Setelah resmi dibentuk pada 7 Juni 2017 lalu, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2017, Badan PengeloIa Keuangan Haji (BPKH) telah melakukan sejumlah pencapaian dalam pengelolaan dana haji Indonesia. Hari Kamis (7/6/2018) kemarin, BPKH sudah genap satu tahun.

Ketua Dewan Pengawas BPKH, Yuslam Fauzi melaporkan pencapaian BPKH dalam satu tahun dalam acara Milad BKPH pertama yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta. Yuslam menuturkan pencapaian penting BPKH selama satu tahun antara lain, yaitu BKPH telah melakukan penunjukan 31 Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) dan 15 Manajer Investasi.

Capaian kedua, yaitu persetujuan rencana strategi (Renstra) untuk periode 2018-2022 dan Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 oIeh Komisi VIII DPR RI. Selanjutnya yang ketiga, BPKH telah membuat MoU atau kerjasama keuangan haji dengan Kemenirian Keuangan, IDB (Islamic DeveIopmenI Bank), Adahi-IDB, PINA-Bappenas, dan penjajakan kerjasama dengan pemiiik hotel dan katering di Arab Saudi.

Kemudian, capaian keempat BPKH yaitu membuat efisiensi pengadaan riyal dalam BPIH 2018. Capaian kelima yaitu audit BPK atas biaya operasionaI BPKH 2017 ternyata tanpa temuan dan wajar. Dan capaian terakhir yaitu penyelesaian pengembalian biaya haji khusus tepat waktu.

Yuslam menyatakan optimistis bahwa kehadiran BPKH akan dapat meningkatkan manfaat bagi penyelenggaraan ibadah haji dan memberikan maslahat bagi umat Islam. Karena, saat ini dana yang dikelola BPKH ada sekitar Rp 105 triliun.

"Per Marat 2018, jumlah jamaah tunda (waiting list) adalah 3 824.691 jamaah, sedangkan total dana yang dikelola oleh BPKH Per Maret 2018 sejumlah Rp 105. 191.372.936.614," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan, selama setahun ini BPKH telah bertafakur, berikhtiar, berkiprah, berperan, dan berupaya melakukan yang terbaik. TeIah banyak yang telah dilakukan oIeh BPKH, bahkan sebeIum adanya Perpres No 110 Tahun 2017 tentang Badan Pengelola Keuangan Haji.

"Kami dari BPKH mengucapkan puji syukur pada Allah SWT atas nikmat Milad ini. Satu tahun ini kita syukuri dan kita coba introspeksi dan evalusi apa yang sudah kita lakukan," ujarnya.

Sebagaimana undang-undang, PengeIolaan Keuangan Haji harus berasaskan pada prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, memberi manfaat, prinsip nirIaba, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan Keuangan Haji bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH, dan manfaaf bagi kemaslahatan umat Islam.

Karena itu, Wakil Komisi VIII Tubagus Ace Hasan Syadzily berharap, di ulang tahunnya yang perdana ini BPKH ke depannya bisa mengelola keuangan haji secara profesional, serta dapat menginvestasikan dana haji ke sektor yang memiliki nilai manfaat untuk umat.

"Harapan saya tentu nanti ongkos naik haji kalau dikelola dengan baik itu akan lebih rendah dari negara-negara lain karena kita mampu mengelola haji dengan baik-baiknya," kata Ace.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag, Ramadhan Harisman, Anggota Komisi VIII Achmad Mustaqim, Sekjen MUI sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Prof Anwar Abbas, serta Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud. (njs/ihram/foto:aktual)

 


Back to Top