#PialaDunia2018

Ini Empat Pesepak Bola Muslim Paling Bersinar di Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2018 

gomuslim.co.id- Empat pemain muslim dinyatakan sebagai 'Man of the Match' pada babak pertama babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 yang berakhir pada 19 Juni 2018 lalu. Enam belas pertandingan telah dimainkan sejauh ini di babak pertama yang menampilkan tujuh tim negara Muslim yang berpartisipasi dalam enam pertandingan.

Beberapa nama tersebut yaitu, Mohamed Elshenawy (Mesir), Amine Harit (Maroko), Yussuf Yurary Poulsen (Denmark), dan Mbaye Niang (Senegal). Mereka dinyatakan sebagai "Man of the Match" karena kinerja luar biasa dalam pertandingan mereka masing-masing melawan Uruguay, Iran, Peru, dan Polandia.

Berikut profil singkat masing-masing dari keempat pemain ini:

Mohamed ElShenawy

Elshenawy yang bermain sebagai penjaga gawang Mesir menunjukkan keterampilan fantastis melawan striker Uruguay kelas dunia. Pria 29 tahun itu mewakili Mesir di level U-18.

Dia bermain untuk klub raksasa Afrika Al Ahly SC dari Kairo, Mesir. Mesir mengandalkan Elshenawy untuk meningkatkan pilihannya di Piala Dunia dengan tinggi badannya, bakat alami dan jiwa pasti terbukti berharga.

Elshenawy menolak menerima penghargaan Man of the Match sebagai hadiah yang disponsori oleh pembuat bir Budweiser. Seperti diketahui, anggur dan minum alcohol merupakan sesuatu yang dilarang dalam Islam.

Amine Harit

Dengan keahliannya yang mencolok, Harit Maroko berusia 21 tahun memberi pertahanan Iran beberapa pekerjaan yang harus dilakukan ketika kedua tim bertemu beberapa hari yang lalu. Gelandang terampil dari klub Bundesliga Schalke 04 Jerman telah membuktikan nilainya untuk Atlas Lions selama beberapa serangan.

Yussuf Poulsen

Poulsen sendiri merupakan keturunan Muslim Afrika Timur Tanzania dan Denmark. Pemain tinggi dan kerap memenangi bola di udara ini sangat cepat. Poulsen (24) yang bermain untuk klub Bundesliga Jerman RB Leipzig terbukti berharga bagi Denmark sejak ia pertama kali tampil di Piala Dunia FIFA U-17 Meksiko 2011.

Mbaye Niang

Niang, mencetak gol kemenangan Senegal melawan Polandia dalam partai pembukaan di babak penyisihan grup. Pemain berusia 23 tahun itu dengan cepat berubah pikiran berkat bakat dan kepribadiannya yang terus terang. Kualitasnya tidak mungkin diabaikan dan segera mulai menarik pengagum. (njs/aboutislam)


Back to Top