Ekspor Pangan Indonesia ke UEA Terhambat Sertifikat Halal, Ini Langkah Komite Akreditasi Nasional

gomuslim.co.id- Ekspor produk makanan Indonesia ke Uni Emirat Arab (UAE) saat ini masih terganjal di sertifikat halal. Hal demikian karena adanya persyaratan dari pemerintah UAE mewajibkan sertifikat halal yang diterbitkan harus diperoleh dari lembaga sertifikasi yang diakui. Salah satunya Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA).

Merespon hal tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) baru-baru ini melakukan kerjasama di bidang akreditasi lembaga sertifikasi halal dengan ESMA. Kerjasama ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua KAN Bambang Prasetya dan juga Director General ESMA, Abdulla Abdelqader Al Maeeni.

"Jika tidak dipenuhi, maka produk Indonesia yang diekspor ke pasar UAE seperti biskuit, mi instan, produk olahan daging, permen, dan jelly, food ingredients akan terhambat," ujar Bambang Prasetya di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Ia menambahkan kerjasama ini dapat mendorong para produsen Indonesia untuk memperluas pasar ke UAE sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia. "KAN selanjutnya akan lakukan akreditasi kepada lembaga sertifikasi halal untuk produk yang diekspor ke UAE dan pengawasan terhadap lembaga untuk menjamin sertifikasi halal yang diterbitkan," katanya.

Menurutnya, kerjasama ini sejalan dengan potensi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. "Penduduk muslim kita itu mencapai 85,2 persen atau sebanyak 221 juta jiwa dari total penduduk 260 juta jiwa. Jadi Indonesia berpotensi sekali untuk kembangkan industri halal," tutupnya. (njs/merdeka/foto:sindonews)


Back to Top