#KabarHaji

Begini Skema Pengangkutan Jemaah Haji Indonesia dengan Bus

gomuslim.co.id- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan 1.400 unit bus untuk mengangkut jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah. Mereka akan mengangkut separuh dari total jemaah haji Indonesia yang tiba ke Madinah lebih dulu.

Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid, mengatakan jemaah akan diberangkatkan pertama kali pada 26 Juli mendatang.

Kelompok pertama per hari akan diberangkatkan pada pukul 06.00 pagi waktu setempat dan terakhir pukul 18.00. Hal ini sehubungan larangan perjalanan bus malam hari dari Kerajaan Arab Saudi.

“Pada hari itu pertama kita akan memberangkatkan dari Madinah sebanyak 168 armada untuk 18 kloter,” ujar Subhan di Madinah, Selasa (24/07/2018).

Dari 1.400 bus akan tiga kali mengantarkan jemaah dari Madinah ke Makkah. Bus-bus tersebut kebanyakan buatan China dengan usia operasi paling lama lima tahun yang berkapasitas tempat duduk antara 42 sampai 49 kursi.

Di bagian depan dan tengah bus dari langit-langit bus menggantung layar televisi. Tiap-tiap tempat duduk dilengkapi sabuk pengaman dan colokan USB untuk mengisi baterai gawai masing-masing penumpang.

Sedangkan, kabin di bus, luasnya mirip dengan kabin pesawat. Di masing-masing bus tersedia lemari es berisi minuman gratis untuk jemaah. Tiap-tiap bus juga dilengkapi pemantau berbasis GPS agar bisa diketahui keberadaannya.

Masing-masing kelompok jamaah per bus akan ditemani pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan.

“Skenario pemberangkatannya akan dimulai dengan kedatangan bus ke hotel-hotel jemaah pada tiga jam sebelum pemberangkatan,” kata Subhan.

Setelah itu, pada dua jam sebelum keberangkatan pengangkutan barang dan koper-koper jemaah dimulai. Sejam sebelum pemberangkatan, jemaah didorong masuk ke bus masing-masing.

Kurang dari 15 menit, jemaah diminta mengecek kelengkapan dokumen seperti paspor, visa, dan sebagainya terlebih dahulu. Selepas itu, pada pukul 06.00 jemaah kelompok pertama per hari diberangkatkan ke Bir Ali yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan untuk berihram.

“Jamaah akan diberi waktu sekitar 30 menit untuk berihram lalu berangkat ke Makkah dengan perjalanan selama kira-kira empat jam,” sambungnya.

Pemberangkatan dari pukul enam pagi hingga enam sore. Sehingga, jemaah 18 kloter akan dibagi waktu pemberangkatannya.

Sebelum menjemput jemaah di hotel, bus-bus akan disiapkan di pool bus Kilo Sembilan Madinah. Sepanjang pemarkiran tersebut, sejak lima jam sebelum keberangkatan jemaah, pihak naqabah akan memeriksa kesehatan pengemudi bus.

Di antara pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan para pengemudi tak mengkonsumsi narkoba atau minuman keras.

“Kalau terbukti kita akan kembalikan,” kata Subhan.

Setelah para jemaah dinyatakan bersih dan sehat baru mereka diizinkan mengantar jemaah. Tim pemeriksa kesehatan tersebut berasal dari Arab Saudi. Kendati demikian, kerja mereka akan diawasi PPIH Arab Saudi.

Sekitar seratus ribu jemaah akan tiba dalam gelombang pertama kedatangan di Madinah. Mereka akan diberangkatkan ke Makkah secara bertahap dari tanggal 26 Juli hingga 9 Agustus.

“Masing-masing jemaah akan mendapatkan makanan berupa ayam goreng dan kentang saat berangkat dari Madinah. Jenis makanan itu dipilih karena dianggap bisa tahan dalam perjalanan,” tutur Subhan. (nat/republika/dbs/foto:republika)

 


Back to Top