Ini Kata Ulama Aceh Soal Hukuman Potong Tangan bagi Koruptor 

gomuslim.co.id- Kasus korupsi yang merajalela di Indonesia membuat geram sejumlah masyarakat. Bahkan, baru-baru ini hukum yang berlaku untuk pelaku banyak yang disalahgunakan. Karena itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Faisal Ali mendukung usulan pembuatan qanun atau potong tangan bagi terpidana koruptor.

Meski demikian, diperlukan kajian lebih dalam, termasuk proses hukumannya. Dikatakan Faisal, jika kaitan pembuatan qanun ada hubungannya dengan hukum maka, harus dilihat dulu ketentuannya apakah koruptor itu masuk ke dalam kata-kata pencuri dan sebagainya.

"Tetapi upaya atau tuntutan pihak-pihak untuk membuat qanun tentang hukum yang mengatur tentang potong tangan koruptor di Aceh itu kita dukung. Bagaimana prosesnya nanti itu kan perlu kajian," ujar Faisal, Rabu (25/07/2018).

Menurutnya, ulama di Aceh mendukung pembuatan qanun, tapi untuk substansinya harus dimusyawarahkan lebih dahulu. Selain itu, diperlukan kajian untuk mengetahui masuk-tidaknya koruptor dalam kategori pencuri atau orang yang merampas atau merampok. 

"Makanya itu kan perlu kajian-kajian secara umum. Tuntutan dorongan untuk melahirkan qanun itu kita dukung," tukasnya. 

Namun, saat ini, belum begitu mendesak untuk dibuatkan qanun potong tangan koruptor. Pihaknya berharap upaya pihak terkait lebih mengoptimalkan qanun-qanun yang sudah ada, termasuk pencegahan terhadap korupsi. 

"Jadi kita optimalisasi dulu pencegahan itu sangat penting. Tapi mendesak sekali untuk itu (koruptor potong tangan) belum. Karena mendesak dengan tidaknya itu kita lihat perlu kita teliti dulu, perlu kita dalami dulu apakah kasus-kasus korupsi itu sudah betul-betul merajalela, sudah mewabah. Tapi kan kita belum tahu ini seperti apa," papar Faisal. (nat/dbs/foto:ilustrasi)

 

 


Back to Top