BNI Syariah Peroleh Laba Rp 202 Miliar pada Semester I 2018

gomuslim.co.id- Perbankan syariah terus menunjukan kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya seperti PT BNI Syariah yang mencatatkan pertumbuhan cukup baik pada semester pertama 2018.

Dalam laporan terbarunya, anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini telah membukukan laba bersih Rp 202,9 miliar. Angka ini naik 22,89% dibandingkan laba bersih per Juni 2017 lalu yang mencapai Rp 165,1 miliar.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, kenaikan laba tersebut didorong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based income, dan rasio dana murah yang optimal atau CASA. Ia menyebut cerminan pertumbuhan terlihat dari aset BNI Syariah pada triwulan II-2018 yang sudah mencapai Rp 37,7 triliun atau naik 22,9% dari periode yang sama di tahun lalu, atau lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 16,9%.

"Dari sisi bisnis, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan Rp 25,1 triliun atau naik 11,4 persen dengan kontribusi pertumbuhan pembiayaan pada segmen komersial 22,0 persen. Kemudian diikuti Hasanah Card 14,6 persen, SME 12,3 persen, konsumer 7,8 persen, dan mikro 2,9 persen," paparnya, Kamis (26/7/2018).

Pada Juni 2017 aset BNI Syariah di posisi Rp 30,74 triliun. Aset ditopang oleh penyaluran pembiayaan sebesar Rp 25,1 triliun atau naik 11,3% yoy dari Rp 22,55 triliun pada semester 1-2018. Selain itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 32,4 triliun atau naik 21,5% yoy dari Rp 26,66 triliun pada Juni 2018.

"Kalau lihat ekuitas, DPK (dana pihak ketiga), dan laba, growth itu sangat signifikan. Ekuitas kita ada tambahan modal Rp 1 triliun, tapi itu tidak langsung masuk ke kredit pembiayaan. InsyaAllah akhir tahun kita bisa lampaui target yang kita tetapkan," jelas Firman di kantor pusat BNI Syariah, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).

Selain itu, ia mengatakan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan. Tercatat Non performing financing (NPF) BNI Syariah ada di 3,04% pada kuartal kedua 2018. Lebih baik dari pada NPF industri bank syariah. Rasio berhasil ditekan, pada Juni 2017 di level 3,38%.

Sedangkan return on aset (ROE) pada Juni 2018 ada di posisi 10,51% turun dibandingkan pada Juni 2017 pada level 13,12%. Adapun Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Juni 2018 di posisi 19,24%, pada semester 1-2017 14,33%. Sementara, FDR pada semester 1-2018 di posisi 77,42% sedangkan pada periode yang sama 2017 di posisi 84,44%.

Selain pembiayaan, DPK juga tumbuh positif yakni mencapai Rp 32,4 triliun atau naik 21,5%, dengan jumlah nasabah sebanyak 2,6 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (giro dan tabungan) yang porsinya 52,8%.

"Tabungan tahun lalu (pembukaan rekening) 20.000 account per bulan, sekarang per bulannya sudah 31.000 account, bayangkan saja itu pertumbuhannya sangat tinggi dari sisi account number. Mudah-mudahan bisa tembus 5 juta (nasabah)," ungkap Firman.

Pihaknya sendiri akan fokus menggenjot pembiayaan di sektor produktif. Salah satunya dengan menggenjot pertumbuhan kredit untuk segmen UMKM. (njs/kontan/detik/foto:infobank)

 


Back to Top