#KabarHaji

Terbuka untuk 3000 Pengusaha Teknologi Dunia, Kerajaan Saudi Gelar Hackathon Haji Pertama

gomuslim.co.id- Untuk membangun teknologi yang dapat membantu merampingkan proses haji bagi dua juta jemaah dari seluruh dunia, Arab Saudi menjadi tuan rumah Hackathon Haji pertama di Jeddah. Acara tersebut akan berlangsung  antara tanggal 1 dan 3 Agustus 2018.

Lewat acara ini, Kerajaan Saudi mendambakan para inovator teknologi untuk meningkatkan pengalaman para peziarah di Kota Suci Mekkah dan Madinah. Hackathon akan terbuka untuk lebih dari 3.000 pengusaha teknologi, perancang, pengembang, dan inovator dari seluruh dunia.

Federasi Saudi untuk Cybersecurity, Programming, dan Drones telah bermitra dengan Google dan RiseUp Mesir akan mengatur acara tersebut. Karena ibadah haji memberikan tantangan logistik untuk menampung jutaan orang dan mengangkutnya melintasi beberapa kota, peserta hackathon diundang untuk memberikan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan makanan, transportasi, akomodasi, manajemen kerumunan, kontrol lalu lintas, pengelolaan limbah, dan komunikasi.

Publikasi AboutIslam, Jumat, (27/07/2018) menyebutkan pemenang acara akan ditentukan setelah menilai kriteria desain, kesederhanaan, kreativitas, dan dampak. Masing-masing kriteria ini akan memiliki lima poin. Kompetisi ini memiliki hadiah sebesar US $ 533.000 sebagai investasi ekuitas dalam produk mereka.

Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah lainnya, yaitu termasuk tiket gratis ke Konferensi Pengembang Google IO 2019 di AS yang akan berlangsung pada bulan April-Juni 2019 dan RiseUp Summit 2018. Mereka juga akan mendapatkan Google Home Mini dengan Asisten Google yang sudah terpasang.

Syariat Islam adalah pendukung besar sains dan teknologi. Ini sangat menekankan pada pentingnya belajar. Islam ingin para pengikutnya mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal yang telah diciptakan dan dianugerahkan Allah agar mereka lebih mampu mengakui berkat-Nya.

Islam percaya bahwa segala jenis pengetahuan apakah agama atau ilmiah yang bermanfaat bagi umat manusia perlu diadopsi dan dipelajari. Dengan demikian, komunitas Muslim sadar bahwa hanya berdasarkan pengetahuan bahwa manusia bisa menjadi lebih maju dan beradab. (fau/aboutislam/dbs)


Back to Top